Diterjemahkan otomatis

Saat Tak Ada Lagi yang Berhasil, Dua Rakaat Mengubah Segalanya

Salam, semuanya. Aku sudah bergelut dengan kebiasaan buruk sejak remaja, dan punya lebih banyak kebebasan sebagai orang dewasa malah memperburuknya. Awalnya kecil, mungkin seminggu sekali, tapi perlahan-lahan menguasai diriku. Yang paling parah adalah aku membiarkan salatku terlantar. Mendengar azan atau melihat orang lain salat membuatku merasa bersalah, tapi setelah beberapa lama, bahkan perasaan itu pun memudar. Berwudu, berdiri di atas sajadah, membaca surat-semuanya mulai terasa aneh dan sulit, seperti aku belajar untuk pertama kalinya. Ramadan-ramadanku terbuang sia-sia, hanya hari-hari lapar tanpa ibadah yang sesungguhnya. Aku mulai lupa surat-surat yang dulu kuhafal dengan baik, sampai akhirnya hanya bisa mengandalkan Juz 30. Aku sudah mencoba berhenti berkali-kali, tapi tekadku tidak pernah bertahan lebih dari satu atau dua hari. Lalu, suatu malam, aku salat hanya dua rakaat. Aku sudah pernah melakukannya sebelumnya, tapi kali ini, Alhamdulillah, niatku berbeda. Aku berkata pada diri sendiri selama salat itu bahwa begitu banyak masalah dalam hidupku berasal dari ini, dan jika aku melepaskannya demi Allah, semuanya akan membaik. Aku berjanji dengan tulus kepada Allah untuk berhenti, meminta pertolongan-Nya sebagai balasannya. Beberapa hari kemudian, aku menyadari ada perubahan. Apa yang dulu menjadi dorongan harian berubah menjadi gangguan. Godaan di media sosial kehilangan daya tariknya-aku hanya akan menggulirnya. Setelah beberapa lama, aku bahkan tidak bisa mengingat kapan terakhir kali merasakan dorongan itu. Aku bahkan menguji diri sendiri suatu hari, mencari di internet, dan merasa… tidak ada apa-apa. Hanya kebosanan. Aku menutup tabnya dan tidak pernah melihat ke belakang lagi. Sekarang, aku merasa jauh lebih baik, bahkan di hari-hari yang tidak kusadari. Aku lebih termotivasi untuk melakukan hal-hal baik yang produktif. Mendengarkan Al-Quran tidak lagi membuatku gelisah. Salat mulai terasa alami lagi. Ini sebuah proses, tapi aku bisa melihat kemajuan, dan untuk itu, aku sangat bersyukur kepada Allah. Aku ingat dulu, saat masih muda, aku menonton semua video tentang berhenti dari kebiasaan buruk. Mungkin itu membantu beberapa orang, tapi kalau itu bukan untukmu, jangan buang waktumu. Berpalinglah kepada Allah. Salatlah dengan niat yang nyata dan tulus untuk berubah. Percayalah kepada-Nya, dan In Shaa Allah, Dia akan membukakan jalan untukmu.

+263

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

MashaAllah, tabarakallah. Ini dia taubat yang sesungguhnya. Bukan cuma berhenti dari dosa, tapi menggantinya dengan cinta pada ketaatan. Teruskan ya!

+21
Diterjemahkan otomatis

Masya Allah, mendeskripsikan Ramadan cuma sebagai hari-hari kelaparan... itu aku selama bertahun-tahun. Memang perlahan bangkitnya, tapi kamu benar. Keikhlasan dalam sholat mengubah segalanya. JazakAllah khair sudah berbagi.

+16
Diterjemahkan otomatis

Kamu menguji dirimu sendiri dan hanya merasakan kebosanan. Itulah kemenangan sejati, masya Allah.

+7
Diterjemahkan otomatis

Kuat. Baru saja shalat dua rakaat sendiri setelah membacanya. Semoga Allah menerima.

+15
Diterjemahkan otomatis

"Hanya kembalilah kepada Allah." Sederhana tapi nasihat paling benar. Semua video dan metode itu tak bisa menyaingi doa tulus dan dua rakaat. JazakAllah untuk pengingatnya.

+13
Diterjemahkan otomatis

Alhamdulillah, kak. Aku ikut senang banget buat kamu. Bagian soal godaan di media sosial yang kehilangan daya tariknya itu... luar biasa. Barakah yang sesungguhnya.

+12
Diterjemahkan otomatis

Sangat relate di banyak level. Rasa bersalah yang memudar itu lebih menakutkan daripada rasa bersalahnya sendiri. Semoga Allah melindungi kita.

+13
Diterjemahkan otomatis

Perjuangannya sungguh terasa. Masa di mana shalat terasa aneh dan sulit... itu rintangan yang berat untuk ditembus. Kisahmu memberi harapan. Insya Allah untuk kita semua.

+5
Diterjemahkan otomatis

Ini benar-benar menyentuh bagi saya. Saya sendiri pernah mengalami kesulitan dengan sholat. Perasaan ketika adzan membuatmu merasa bersalah itu paling buruk. Hanya dengan melakukan dua rakaat itu dengan niat yang sungguh-sungguh... itu bisa mengubah segalanya. Semoga Allah menjaga keteguhanmu.

+14

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar