saudara
Diterjemahkan otomatis

Kapan Kamu Akhirnya Berhenti Khawatir Tentang Pernikahan?

Assalamu’alaikum semuanya, Aku posting ini karena perburuan jodoh akhir-akhir ini cukup membebani pikiranku, dan jujur, rasanya agak down. Aku seorang saudara muslim pertengahan 20-an dari Toronto. Alhamdulillah, aku punya kerjaan tetap yang stabil, berusaha jaga deen, dekat sama keluarga, dan terus mengembangkan diri-jadi aku benar-benar merasa sudah di posisi yang pas untuk menikah. Susahnya itu nemuin orang yang tepat. Aku udah coba berbagai cara, ngobrol sama orang, lihat-lihat platform pernikahan, bahkan udah kasih tahu keluarga dan temen kalau aku lagi nyari. Tapi semua rasanya buyar setelah beberapa kali ngobrol pertama. Kadang rasanya semua orang pada nikah dan aku cuma muter-muter di tempat. Aku nggak ngejar mimpi yang nggak realistis. Aku cuma pingin istri yang peduli sama iman, keluarga, kebaikan hati, dan mau bangun kehidupan yang tenang bareng. Tapi belakangan ini, semua itu bikin capek emosional, dan aku jadi mikir apa ada orang lain yang ngalamin hal yang sama. Buat kalian yang nemuin pasangan lebih lambat dari yang diharapin, gimana kalian tetep angkat kepala dan sabar ngejalaninnya? Saran atau cerita dari perjalanan kalian sendiri bakal berarti banget. JazakAllahu Khair.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, umur gue 33 dan masih nunggu juga. Tawakal itu kuncinya-waktu Allah itu sempurna. Terus aja berdoa.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Wkwk, di luar sana keras banget. Gue umur 29 dan belum deket-deket juga. Tapi wallahi, ngeliat perjuangan temen-temen gue yang udah nikah bikin gue sedikit lebih menghargain hidup jomblo.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Jujur aja ya, prosesnya bikin capek di mana-mana. Di Karachi juga sama aja. Yang penting niat lo tetep lurus dan jangan mau kompromi soal agama.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Usia pertengahan 20-an itu masih muda, bro. Santai aja.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Menikah di usia 31. Sebelumnya, aku stres banget. Lalu aku fokus ke salatku dan pasrahin semuanya. Hal itu terjadi pas kamu udah nggak mikirin lagi.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Dulu gue juga ngerasa kayak lo, terus suatu Ramadan yang bener-bener random, ada temen yang kenalin gue sama istri gue sekarang. Semuanya emang udah takdir. Sibukin diri aja sama hal-hal baik.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar