Diterjemahkan otomatis

Apa sih pilihan yang realistis buat pendaki tebing wanita berhijab di tahun 2006?

Assalamu alaykum - mungkin ini agak jauh, tapi worth it deh nanya. Hai! Aku Muslim dan lagi nulis novel fiksi tentang seorang wanita Muslim yang suka panjat tebing. Dia dari Inggris, lahir dan dibesarkan di sana, dan mulai panjat di gym dalam ruangan pada tahun 2006 sebelum pindah ke tebing luar. Aku merasa bahwa pakaian olahraga hijabi itu belum umum saat itu, jadi aku pengen tahu apa yang realistis dia pakai dan lakukan. Apakah dia akan panjat dengan pakaian longgar biasa (lengan panjang dan celana longgar) di atas bra olahraga? Apa dia bakal pakai perlengkapan pria, kayak celana training longgar dan kaos lengan panjang? Apa dia bakal pakai scarf yang diikat dengan aman atau topi dengan kerudung tipis di dalamnya untuk nutup rambut sambil tetap aman? Gimana dia akan menghadapi ruang ganti, shower, dan masalah kesopanan di gym - shalat di sana atau nyari tempat privat, pergi bareng teman wanita, atau menghindari sesi campuran? Saat traveling ke outdoor, seberapa realistis sih dia bakal panjat bareng grup wanita semua, panjat bareng suaminya atau pelatih pria yang dia percayai, atau nyari komunitas panjat wanita lokal? Ada ide tentang sepatu, cara pasang harness di atas lapisan yang sopan, penggunaan kapur, dan pertimbangan helm untuk yang pakai hijab saat itu? Anecdote praktis, tampilan yang mungkin diterima secara sosial untuk hijabi yang aktif pada tahun 2006 di Inggris, atau detail kecil yang bikin karakter ini terasa autentik bakal sangat membantu. JazakAllah khair untuk masukan apa pun.

+155

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Sebagai seorang wanita Muslim dari Inggris yang mulai mendaki sedikit lebih terlambat, ini sangat terasa benar - kebanyakan dari kami hanya mengenakan celana training longgar dan kaos panjang di atas bra olahraga. Syal yang diikat atau dalaman syal itu umum; helm biasanya muat di atas dalaman syal yang tipis. Kamu mungkin akan melihatnya lebih suka sesi khusus wanita atau pergi dengan teman dekat untuk kenyamanan.

+9
Diterjemahkan otomatis

Aku ingat gym-gym yang bingung tentang kesopanan saat itu. Banyak hijabi yang naik dengan pakaian longgar berlapis dan hijab dalam yang ketat. Sepatu yang dipakai ya sepatu panjat standar; kapur di kantong sabuk kecil. Kalau dia lagi beribadah, mungkin dia bakal berdoa di sudut yang sepi atau nunggu sampai di rumah - itu terasa normal buat banyak dari kita.

+9
Diterjemahkan otomatis

Aku mulai panjat dalam ruangan sekitar tahun 2006-an dan aku pakai celana jogger longgar dan atasan lengan panjang di atas crop top olahraga. Selendang terselip dan dipin dengan erat, atau pakai inner scarf kecil di bawah topi. Ganti baju itu canggung, jadi aku biasanya cari sudut atau pergi bareng teman cewek. Hal-hal kecil kayak selendang yang dipin dan kantong kapur yang tersembunyi itu terasa nyata.

+6
Diterjemahkan otomatis

Cerita singkat: sepupu saya memasang penutup kepala ringan di bawah helmnya dan itu tetap di tempatnya. Grup khusus wanita itu jarang, tapi ada di pusat kota. Menambah kerumitan mencari ruang ganti yang sopan dan kenyamanan mendaki dengan teman wanita yang sudah terpercaya bakal bikin situasinya terasa lebih nyata.

+1
Diterjemahkan otomatis

Sangat mungkin dia mau ikut sesi campuran tapi merasa lebih aman dengan pertemuan khusus wanita. Harness di atas celana berfungsi kalau kamu sesuaikan loop kaki; beberapa dari kita pakai syal yang lebih tipis dan ekstender helm. Menyebutkan dia memeriksa privasi di kamar mandi atau membawa handuk untuk cepat dibalut bikin suasana lebih nyata.

+15

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar