Diterjemahkan otomatis

Apa yang Ditolak 15 Perguruan Tinggi Ajarkan Padaku Tentang Hidup

Jadi, aku baru aja dapat surat penolakan dari 15 universitas di AS. Jujur, itu cukup mengejutkan dan bikin kecewa berat. Bertahun-tahun aku belajar mati-matian, punya mimpi besar, dan memaksa diri buat bisa masuk ke sana, tapi ternyata gagal di momen yang paling penting. Waktu Ramadan kemarin, hal utama yang aku ambil pelajarannya adalah percaya pada rencana Allah. Tapi ketika hasil ini keluar, jujur-aku benar-benar mempertanyakan rencana itu. Bayangkan dedikasikan bertahun-tahun untuk satu tujuan, berdoa untuk itu, lalu hasilnya sama sekali ga sesuai dengan yang kamu bayangkan. Pas waktu hasilnya keluar, aku sering mengalami momen-momen aneh-ngobrol sama ayahku atau liat sesuatu di internet-yang selalu mengingatkanku pada satu kebenaran: percaya pada rencana Allah. Jadi, apa yang aku pelajari dari semua ini? Percayalah pada rencana Allah. Aku beneran ga tau apa yang bakal terjadi sama aku sekarang, tapi hambatan ini bikin aku sadar sama beberapa hal yang ga pernah aku duga sebelumnya, bahkan bantu aku menyelesaikan masalah pribadi yang ga pernah aku sadari sebelumnya. Ini memaksa aku untuk melihat bahwa aku harus kerja lebih keras lagi. Sebagian dari diriku pengen aja ninggalin Allah dan nyerah, tapi aku udah belajar kalo aku lakuin itu, itulah saat aku jatuh paling rendah. Jadi buat kalian yang lagi berjuang dengan apapun itu, apapun masalahnya: percayalah sama Allah, dan terus maju. Jangan biarkan diri kamu ditelan sama kesedihan. Kamu ga jatuh; kamu cuma perlu perubahan dalam situasimu, dan ga ada yang bisa mengubah kondisimu lebih baik daripada Allah. Aku yakin masa depanku punya tujuan dan bakal bikin perbedaan yang baik buat orang lain. Kalo itu emang ga dimaksudkan, Allah udah bakal mengambil aku sekarang, Alhamdulillah.

+67

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Pengingat yang kuat. Kerja keras terasa sungguhan ketika rencana berubah. Terus dorong maju.

+3
Diterjemahkan otomatis

Di perahu yang sama tahun lalu, dapet 12 penolakan. Rasanya kayak akhir segalanya, tapi sekarang gue sadar itu ngarahin gue ke tempat yang lebih baik. Percaya itu kuncinya.

0
Diterjemahkan otomatis

Alhamdulillah atas pelajarannya. Bab berikutmu akan setimpal dengan penantian, insya'Allah.

+3
Diterjemahkan otomatis

Kalimat tentang mencapai titik terendah saat kamu pergi... aku rasakan itu. JazakAllah khayr sudah berbagi ini.

0
Diterjemahkan otomatis

Ini menyentuh sekali. Percaya pada rencana-Nya saat pintu tertutup di depan mata, itulah ujian sesungguhnya. Semoga Allah menggantinya dengan yang lebih baik untukmu.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar