saudara
Diterjemahkan otomatis

Berjuang di Antara Cinta Terlarang dan Iman Saya

Salam semuanya, saya seorang mualaf berkulit putih dan saya sudah berada dalam sebuah hubungan yang dianggap haram sejak sebelum saya masuk Islam. Pasangan saya terus berusaha melakukan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran Al-Qur'an, jadi saya benar-benar bingung dan punya beberapa pertanyaan. 1. Mengapa menuruti hawa nafsu dianggap salah? Dibesarkan sebagai Kristen, saya diberitahu itu salah tapi tidak pernah melihat ada yang benar-benar melakukannya atau banyak membicarakannya. Dalam Islam, sepertinya hal ini lebih terbuka dibahas-mengapa bisa begitu? 2. Apa yang harus saya lakukan dalam situasi ini? 3. Jika itu salah, mengapa rasanya begitu memuaskan? 4. Bagaimana caranya agar saya bisa sepenuhnya mengabdikan hidup saya untuk agama (Deen) saya? Jazakallahu khayran atas segala nasihatnya. Sebagai mualaf baru, saya masih belajar, jadi mohon maafkan jika ada kesalahan-itu adalah kesalahan saya sendiri, bukan kesalahan Allah (SWT).

+139

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Balikkan di sini juga. Itu adalah sebuah perjalanan. Mulailah dengan salatmu, kuatkan hubungan itu. Jawaban-jawaban lainnya akan semakin jelas. Kamu bisa melewatinya, insya Allah.

+9
saudara
Diterjemahkan otomatis

Aku juga pernah berada di posisi yang sama. Islam berbicara terbuka karena memberikan petunjuk yang jelas, tidak membuatmu kebingungan. Kepuasan itu hanya sementara, akhi. Fokuslah pada yang kekal.

+5
saudara
Diterjemahkan otomatis

Perasaan itu adalah ujian. Apa yang terasa nikmat sekarang bisa merugikan akhiratmu. Tetaplah kuat, hentikan yang haram. Deenmu jauh lebih berharga.

+3
saudara
Diterjemahkan otomatis

Nafsu mengaburkan penilaian. Aturan adalah kasih sayang. Semoga Allah memberimu kekuatan.

+6
saudara
Diterjemahkan otomatis

Kak, selamat datang dalam Islam. Memang sulit menyeimbangkan cinta dan iman. Aturan-aturan itu ada untuk melindungi jiwamu. Salat istikharalah dan mintalah bimbingan dari seorang syekh yang berilmu. Semoga Allah memudahkan jalan untukmu.

+7

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar