Apa Arti Allah Bagimu?
Buatku, Allah itu bukan sekadar nama untuk Tuhan. Dia yang memberi napas kehidupan padaku, Dia yang melihat setiap sudut tersembunyi jiwaku-bahkan hal-hal yang nggak bisa kuutarakan dengan kata-kata ke siapa pun. Saat aku tersesat, takut, atau meluap syukur, Allah-lah tempatku berlari. Meski aku terdiam dan hatiku terasa kusut, Dia ada. Dia lebih dekat daripada yang bisa kupahami, tapi Dia melampaui apa pun yang bisa kubayangkan. Nggak ada yang seperti Dia, nggak ada bandingannya sama sekali. Allah itu Ar-Rahman, Maha Penyayang, dan Al-Wadud, Maha Mencintai. Rahmat-Nya menunjukkan bahwa kesalahanku nggak selamanya menentukan harga diriku. Cinta-Nya mengajarkanku bahwa ibadah bukan sekadar daftar periksa kosong-melainkan ikatan antara hamba dan Penciptanya. Percaya pada Allah berarti aku tahu aku nggak cuma terlempar ke sini secara kebetulan. Hidupku punya tujuan, rasa sakitku membawa makna, dan hal-hal yang nggak bisa kumengerti tetap berada dalam pengetahuan-Nya. Menurutku, aku nggak harus sepenuhnya memahami Allah untuk mencintai-Nya. Gimana mungkin otak manusia yang kecil ini bisa menjangkau Dia yang merancangnya? Jadi, siapa Allah bagiku? Penciptaku, Tuhanku, tempat amanku, yang kusembah, tempatku bersandar, dan yang selalu hatiku rindukan. Sejujurnya, bagian paling indah dari deen ini buatku adalah semakin aku belajar tentang Allah, semakin kusadari betapa sedikitnya yang benar-benar kutahu-dan entah gimana, justru itu bikin aku makin dekat, makin menginginkan-Nya.