Kita tidak bisa mengubah iman kita hanya karena cocok dengan kita
Assalamu alaikum, teman-teman. Aku mulai sering lihat makin banyak kreator online yang bilang kalau cara kita berperilaku itu nggak terlalu penting dalam Islam. Kalian pasti pernah lihat yang kayak, "Dulu aku stres mikirin musik itu haram" atau "kamu tetap Muslim kok meski ninggalin ini-itu." Mereka sering mendorong ide kalau punya hubungan pribadi sama Allah aja udah cukup. Tentu saja, koneksi yang tulus sama Allah dan niat baik itu besar banget, nggak diragukan. Tapi sebagai Muslim, kita tetap punya kewajiban dan keyakinan inti yang nggak bisa kita abaikan. Jujur aja, berbahaya kalau di medsos kita nyebarin bahwa kewajiban fardhu atau prinsip dasar Islam itu pilihan, atau kita bisa bebas menafsirkan seenaknya. Biar jelas, beda banget antara orang yang berjuang melawan dosa tapi tahu itu salah, sama orang yang secara terang-terangan menyangkal apa yang agama kita wajibkan. Kita harus ingat itu. Kayak Al-Quran ingetin kita: "Apakah kamu beriman kepada sebagian Kitab dan mengingkari sebagian yang lain? Maka tidak ada balasan bagi yang berbuat demikian di antara kamu, selain kenistaan di dunia ini, dan pada hari Kiamat mereka akan dikembalikan kepada azab yang berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan" (2:85).