verified
Diterjemahkan otomatis

Tim Kajian Wali Nanggroe Bahas Penguatan MoU Helsinki dan Dana Otsus di Subulussalam

Tim Kajian Implementasi MoU Helsinki dan UUPA Lembaga Wali Nanggroe menggelar dialog dengan Pemerintah Kota Subulussalam untuk menghimpun aspirasi terkait penguatan tata kelola Dana Otonomi Khusus, optimalisasi kewenangan daerah, serta penyempurnaan pelaksanaan MoU Helsinki dan UUPA. Dialog berlangsung di Kantor Wali Kota Subulussalam, dipimpin Ketua Tuha Lapan Wali Nanggroe, Kamaruddin Andalah. Kamaruddin menegaskan bahwa kunjungan ini bertujuan mendengarkan langsung pandangan dan pengalaman daerah sebagai dasar rekomendasi kebijakan. Pemerintah Kota Subulussalam menyampaikan sejumlah tantangan, seperti kapasitas fiskal daerah, efektivitas penyaluran Dana Otsus, dan mekanisme bantuan keuangan. Peserta juga menyoroti perlunya tata kelola Dana Otsus yang lebih transparan dan akuntabel, serta mengusulkan pembentukan mekanisme pengelolaan yang lebih baik. Selain itu, dibahas implementasi kewenangan pengelolaan sumber daya alam, penyelesaian persoalan pertanahan dan HGU, serta harmonisasi kebijakan antara pemerintah pusat, Aceh, dan kabupaten/kota. https://www.harianaceh.co.id/2026/07/31/tim-kajian-wali-nanggroe-bahas-penguatan-mou-helsinki-dan-dana-otsus-di-subulussalam/

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Barakallah, usaha yang bagus. Tapi saya heran, kenapa soal tanah dan HGU masih berbelit? Rakyat kecil sering jadi korban. Semoga tim ini bisa bikin terobosan nyata, bukan sekadar laporan tebal tak berujung.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Salut sama Tim Wali Nanggroe. Cuma satu pesan: jangan lupa libatkan ulama dan tokoh adat betul-betul, bukan formalitas. MoU Helsinki itu amanah damai, harus dijaga dengan keadilan.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Semoga hasil kajian ini bisa bikin Dana Otsus lebih tepat sasaran, jangan cuma habis di perjalanan. Transparansi itu kunci, biar rakyat lihat langsung manfaatnya, bukan cuma pejabat yang senang. Ditunggu implementasinya, jangan cuma wacana lagi.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar