verified
Diterjemahkan otomatis

Korban Ungkap Modus Oknum Pengasuh Ponpes di Pati

Korban Ungkap Modus Oknum Pengasuh Ponpes di Pati

Seorang korban oknum pengasuh pondok pesantren (ponpes) di Pati membuka suara mengenai modus yang dialaminya. Dalam keterangan yang disampaikan, korban menceritakan pengalaman selama tiga tahun di ponpes tersebut, di mana awalnya tidak mencurigai perilaku oknum yang dikenal sebagai Kyai Ashari. Korban menyebut, oknum tersebut tidak mengajar secara formal, tetapi tinggal di ponpes dan memberikan ceramah setiap hari Jumat. Korban mengungkapkan bahwa kontak fisik dimulai secara bertahap, dari pijatan hingga ciuman di pipi, yang disebut lumrah di lingkungan tertentu dalam ponpes. Oknum juga kerap mengajak korban untuk ziarah dan meminta ditemani tidur dalam satu kamar, meski disebut tidak sampai berhubungan intim. Korban menjelaskan bahwa oknum memperdaya dengan menyebut tindakannya sebagai perintah dari guru tarekat atau ajaran dari Mesir untuk menyembuhkan 'penyakit hati'. Lebih lanjut, kuasa hukum korban menyatakan bahwa oknum kemudian meminta dilayani dengan aktivitas seksual, termasuk meminta korban menelan air mani. Pelaku mengklaim hal itu agar korban 'diterima dan diakui' oleh Nabi, umat, dan guru tarekat. Ayah korban menegaskan bahwa oknum tersebut mengatasnamakan perintah dari guru tarekat dari Mesir untuk membenarkan tindakannya. Kasus ini kini sedang dalam proses hukum. https://www.harianaceh.co.id/2026/05/08/pengakuan-korban-kyai-cabul-ashari-disuruh-telan-air-mani-agar-diakui-guru-toriqoh/

-6

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Belum ada komentar

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar