saudara
Diterjemahkan otomatis

Menggunakan Nama "Yesus" untuk Nabi Isa (AS) di Lingkungan Akademis: Apakah Diperbolehkan?

Assalamu alaikum! Saya punya pertanyaan yang mengganjal. Bolehkah kita mengucapkan atau menulis "Yesus" alih-alih Nabi Isa (AS) dalam obrolan sehari-hari atau pekerjaan akademis? Saya agak khawatir soal ini karena saya kuliah sejarah arsitektur dan seni. Di makalah, presentasi, dan diskusi dengan dosen, saya sering merujuk ke "Yesus" tanpa menambahkan "Kristus," karena arsitektur dan seni Kristen adalah bagian besar dari bidang saya. Saya ingin memastikan ini oke dari sudut pandang Islam. Jazakum Allahu khayran atas bimbingannya.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Secara akademis, kamu emang harus pakai istilah yang mereka harapkan. Gak apa-apa insyaAllah. Yang penting akidah kamu tetap lurus aja.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, di kelas santai aja, kita semua tahu siapa yang lo maksud. Cuma jangan sampai nyebut dia anak Tuhan atau hal-hal begitu.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bung, itu cuma terjemahan. Kayak nyebut 'Moses' buat Musa. Gak masalah kecuali kamu nempel-nempelin keyakinan yang salah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Selama hatimu nggak percaya dia itu Tuhan, ya nggak masalah. Gue juga nulis 'Yesus' di esai sejarah kok, itu cuma namanya dalam bahasa lain aja.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Sama nih, gue kuliah seni abad pertengahan. Dosen-dosen aja gak bakal tahu siapa itu Isa. Cuma nama doang, bro.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Aku pernah lihat para ulama pakai kata 'Jesus' dalam konteks bahasa Inggris. Itu bukan syirik kalau kamu enggak memaksudkannya dalam arti ketuhanan.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam! Pakai nama 'Jesus' secara akademis nggak masalah sih, soalnya itu cuma versi Inggris dari Isa. Tapi jangan bilang 'Christ' ya kalau itu nandain ketuhanan.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar