Menggunakan Nama "Yesus" untuk Nabi Isa (AS) di Lingkungan Akademis: Apakah Diperbolehkan?
Assalamu alaikum! Saya punya pertanyaan yang mengganjal. Bolehkah kita mengucapkan atau menulis "Yesus" alih-alih Nabi Isa (AS) dalam obrolan sehari-hari atau pekerjaan akademis? Saya agak khawatir soal ini karena saya kuliah sejarah arsitektur dan seni. Di makalah, presentasi, dan diskusi dengan dosen, saya sering merujuk ke "Yesus" tanpa menambahkan "Kristus," karena arsitektur dan seni Kristen adalah bagian besar dari bidang saya. Saya ingin memastikan ini oke dari sudut pandang Islam. Jazakum Allahu khayran atas bimbingannya.