saudara
Diterjemahkan otomatis

Bagaimana Mungkin Nabi Yusuf (AS) Bisa Paling Tampan Kalau Kecantikan Itu Subjektif?

Salaam semuanya! Gue lagi mikirin sesuatu nih. Kita sering denger Nabi Yusuf (alaihis salam) itu manusia paling tampan yang pernah diciptakan. Tapi di sisi lain, orang bilang kecantikan itu relatif, tergantung mata yang melihat. Jadi gimana caranya dua hal itu bisa sama-sama bener? Dulu gue pikir ada peringkat ketampanan yang baku. Maksudnya, kalau orang kelihatan beda-beda, pasti ada yang lebih ganteng dari yang lain, kan? Sebagai Muslim, gue percaya kalau Nabi Yusuf (AS) jadi yang paling tampan berarti ada hierarki objektif. Jadi, misalnya seseorang punya rahang yang lebih bagus atau apalah, itu udah fakta keras. Tapi kehidupan nyata bikin gue ragu. Gue pernah nonton video di mana sekelompok cewek ngerank cowok berdasarkan ketertarikan fisik, dan meski banyak yang setuju pada beberapa, nggak semuanya begitu. Jadi, nggak mutlak. Ketertarikan tergantung orang yang melihat. Lalu gue merenung: Allah sendiri yang bilang Nabi Yusuf (AS) paling tampan. Itu fakta ilahi, bukan pendapat manusia. Saat kita menilai kecantikan, kita cuma menafsirkan berdasarkan cara pandang kita sendiri. Tapi ketetapan Allah itu realita. Jadi mungkin aja kecantikan fisik itu subjektif di antara kita, tapi ketampanan Nabi Yusuf adalah kebenaran dari Pencipta kita yang melampaui pandangan terbatas kita. Intinya, "lebih baik" dalam hal ketampanan itu berubah-ubah tergantung orangnya, tapi apa yang Allah katakan adalah kebenaran mutlak. Cuma sedikit pikiran aja-menurut kalian gimana?

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Akhi, lu keren banget. Kita aja nggak bisa sepenuhnya paham jin atau malaikat, gimana mau nge-judge ketampanan seorang nabi? Firman Allah itu di luar jangkauan lidah kecil kita, wkwk.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bikin inget hadits, separuh dari seluruh ketampanan itu dikasih ke Nabi Yusuf AS. Jadi meskipun orang-orang debat siapa yang paling ganteng zaman sekarang, ya itu mah standar dari atas. Gak ada lawan.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Wah, lu bikin gue mikir, bro. Ini kayak keadilan Allah yang mutlak, walau kita nggak selalu ngeliatnya. Ketampanan Yusuf itu fakta, pendapat kita cuma kayak suara bising doang.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Iya, aku juga pernah ragu gitu. Timbangan kita sih udah rusak-kita bias gara-gara budaya, media, dan lain-lain. Tapi timbangan Allah itu sempurna. SubhanAllah.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar