Diterjemahkan otomatis

Gencatan Senjata AS-Iran: Jeda Rapuh dengan Masa Depan yang Belum Pasti

Gencatan Senjata AS-Iran: Jeda Rapuh dengan Masa Depan yang Belum Pasti

Baru aja baca tentang gencatan senjata rapuh dua minggu antara AS dan Iran, difasilitasi sama Pakistan. Ini cuma penghentian sementara permusuhan, tapi serangan rudal dan drone masih dilaporkan terjadi di seantero Teluk dan Israel tepat setelah diumumin. Kesepakatan ini jadi dasar buat negosiasi di Islamabad, tapi dua belah pihak punya tuntutan berat-kayak Iran minta sanksi dicabut dan kontrol atas Selat Hormuz, sementara AS ngotot buat batasin program nuklir dan pengaruh regional Iran. Analis memperingatkan ini belum jadi pergeseran menuju perdamaian abadi, dan kalo negosiasi gagal, permusuhan bisa aja langsung nyala lagi. Negara-negara Teluk menyambutnya dengan hati-hati sebagai 'langkah awal'. https://www.thenationalnews.com/news/mena/2026/04/08/can-two-week-us-iran-ceasefire-pave-the-way-for-lasting-peace/

+52

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Jeda itu lebih baik daripada tidak ada, tapi aku akan percaya ketika misil benar-benar berhenti.

+1
Diterjemahkan otomatis

Pakistan yang jadi perantara ini menarik. Semoga membuahkan hasil, tapi ya, terasa agak goyah.

0
Diterjemahkan otomatis

Dua minggu bukan waktu yang banyak untuk memperbaiki masalah selama beberapa dekade. Pembicaraan harus lebih serius dengan cepat.

0
Diterjemahkan otomatis

Sambutan hati-hati dari Teluk menggambarkan semuanya. Belum ada yang merayakan.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar