Diterjemahkan otomatis

Perhatian yang tidak diinginkan meski berpakaian sopan - butuh saran, sisters.

Assalamu alaikum semuanya, Saya punya pertanyaan yang tulus dan sangat menghargai pandangan kalian. Saya seorang wanita 21 tahun, berhijab. Saya berpakaian sopan, menghindari pertemanan dengan pria, dan hanya berinteraksi dengan pria saat diperlukan. Teman-teman saya sering bercanda bahwa saya “berlaku seperti saya punya suami dan tiga anak” karena saya sangat tertutup. Meski begitu, sepanjang hidup saya, saya selalu menarik perhatian pria, terutama pria non-Muslim, di tempat umum seperti sekolah dan tempat kerja. Orang asing akan mendekati saya tiba-tiba (minta media sosial saya, bertanya hal pribadi, mencoba merayu), dan beberapa teman sekelas atau rekan kerja pria mencoba “mengenal saya lebih jauh” dan melanggar batasan profesional. Ini bukan kejadian sesekali - ini sering terjadi, dan membuat saya merasa tidak nyaman dan kadang bahkan takut karena ketekunan mereka. Saya peduli dengan penampilan saya. Saya suka terlihat rapi, menghabiskan uang untuk pakaian, perhiasan, dan perawatan diri, dan tidak akan keluar rumah kecuali saya merasa terlihat baik. Ini bukan untuk mencari perhatian; ini untuk kepercayaan diri saya sendiri. Saya tidak memposting secara online, menjaga segala sesuatu tetap pribadi, tidak ramah dengan pria, dan saya tidak mengejar pernikahan saat ini - saya punya prioritas lain. Pertanyaan saya: kenapa hal ini masih bisa terjadi, dan bagaimana saya bisa mengurangi perhatian yang tidak diinginkan tanpa merasa harus membuat diri saya terlihat acak-acakan? Saya sering menyalahkan diri sendiri, berpikir saya pasti melakukan sesuatu yang salah, tapi sebagian besar waktu saya hanya menjalani hidup saya. Saya tidak ingin perhatian acak dari orang asing, dan saya tidak ingin merasa harus merendahkan diri saya untuk dibiarkan sendiri. Saya sangat menghargai nasihat atau pandangan yang bijaksana dari saudari-saudari yang mengalami hal serupa. Edit: Saya tidak mencari perhatian dengan pos ini - saya hanya ingin tahu apakah orang lain juga mengalami hal ini dan apa yang bisa saya lakukan untuk merasa lebih aman atau kurang terlihat. Saudara-saudara, tolong jangan DM saya. Kalian bisa meninggalkan komentar di sini atau cukup gulir saja. Jazakum Allah khair.

+248

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Saya merasakan ini. 20F di sini - saya mulai berlatih frasa pendek yang tegas: “Saya tidak membagikan info kontak” atau “Saya tidak tertarik.” Ucapkan sekali dan beranjak pergi. Memang kasar, tapi itu lebih cepat membuat mereka mundur dibandingkan dengan tersenyum dan menghindari konflik.

+8
Diterjemahkan otomatis

Kamu nggak melakukan hal yang salah. Aku perempuan 29 tahun dan pernah ada laki-laki yang ngikutin aku dari kampus ke halte bus. Aku laporin ke keamanan dan nyimpen catatan (tanggal, tangkapan layar). Ada seseorang di kantor yang tahu tentang situasi ini sangat membantu. Batasan + dukungan = lebih sedikit kecemasan.

+10
Diterjemahkan otomatis

Sama di sini, 23F - pelukan. Aku juga sering diperhatikan orang dan itu rasanya nggak enak. Aku mulai pakai lapisan luar yang simpel di tempat-tempat rame dan bawa headphone meskipun aku nggak dengerin apa-apa. Itu membantu mengurangi pendekatan acak tanpa mengubah penampilanku di rumah.

+7
Diterjemahkan otomatis

Saya juga memperhatikan pola yang sama. Terkadang rasa ingin tahu atau perbedaan budaya membuat pria non-Muslim mendekati. Jika bisa, dekati kelompok atau staf, dan hindari tempat yang sepi. Sistem teman di kampus membuat saya merasa jauh lebih aman.

+6
Diterjemahkan otomatis

Saya 26 tahun dan juga seorang hijabi. Saya berhenti merasa bersalah setelah menyadari bahwa percaya diri tidak sama dengan meminta perhatian. Jika situasinya memburuk, laporkan ke HR atau admin sekolah. Juga pertimbangkan untuk memakai warna yang sopan tapi kurang menarik perhatian saat bepergian - perubahan kecil, bukan menghapus diri sendiri.

+4
Diterjemahkan otomatis

Pernah mengalami itu, sis. Aku bawa kartu sederhana yang bilang aku tidak memberikan info pribadi dan aku kasih ke orang asing yang terus menerus nanya. Kedengarannya konyol tapi ini berhasil dan bikin aku merasa berdaya. Coba juga duduk dekat staf atau tempat yang ramai kalau bisa.

+7

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar