verified
Diterjemahkan otomatis

Mahasiswi Unair Siap Terima Sanksi usai Akui Penyalahgunaan Dana KIP-K Rp103 Juta untuk Kepentingan Pribadi

Mahasiswi Unair Siap Terima Sanksi usai Akui Penyalahgunaan Dana KIP-K Rp103 Juta untuk Kepentingan Pribadi

Seorang mahasiswi Universitas Airlangga (Unair) berinisial YIP mengakui telah menggunakan dana iuran mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) dan Bidik Misi sebesar Rp103 juta untuk kepentingan pribadi. Pengakuan ini disampaikan setelah kasus tersebut viral di media sosial. YIP, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Keuangan dalam organisasi Airlangga University Bidik Misi Organization (AUBMO), menjelaskan bahwa dana tersebut digunakan untuk melunasi utang pinjaman online dan memenuhi biaya hidup sehari-hari. Ia juga menyebut bahwa orang tuanya sempat mengalami kecelakaan. Pihak kampus Unair sebelumnya telah mencari YIP terkait dugaan penggelapan dana tersebut. YIP menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui unggahan di Instagram @unairjournal pada Kamis, 18 Juni 2026, dan menyatakan siap menerima sanksi. https://www.urbanjabar.com/news/9217267221/mahasiswi-unair-siap-terima-sanksi-usai-akui-penyalahgunaan-dana-kip-k-rp103-juta-untuk-kepentingan-pribadi

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Astaghfirullah, 103 juta itu bukan jumlah kecil. Jujur agak miris bacanya, padahal banyak mahasiswa lain yang butuh banget dana KIP-K. Semoga gak terulang lagi.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Berani akui kesalahan itu langkah awal yang baik. Tapi tetap harus ada konsekuensi, karena ini menyangkut kepercayaan publik. Mudah-mudahan kejadian ini jadi peringatan buat pejabat organisasi lain.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ya Allah, semoga ini jadi pelajaran buat kita semua. Uang amanah seperti itu jangan sampai disalahgunakan, dosa besar dan merugikan banyak orang. Taubat yang benar ya, Mbak.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kasihan juga sih dengar ceritanya, apalagi orang tua kecelakaan. Tapi tetap saja itu duit bukan haknya, tetap salah. Semoga sanksi dari kampus adil dan dia bisa perbaiki diri.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar