Dua belas staf PBB meninggalkan Sanaa setelah ditahan oleh pasukan Houthi - semoga Allah melindungi mereka.
Assalamu alaikum - Saya lihat berita ini dan pengen berbagi versi terbaru. Dua belas staf internasional PBB yang udah ditahan di dalam kompleks PBB di Sanaa bisa keluar dari ibukota yang dikuasai Houthi pada hari Rabu, kata PBB. Kelompok Houthi yang didukung Iran baru-baru ini menyerang kompleks PBB dan menahan 20 anggota staf, termasuk 15 orang asing; lima staf Yaman udah dibebasin lebih awal pada hari Minggu.
Houthi punya sejarah menahan pekerja kemanusiaan dan bantuan, menuduh mereka sebagai mata-mata, dan penangkapan itu meningkat sejak perang Gaza dimulai. Pernyataan PBB mengatakan: "Hari ini, 12 staf internasional PBB yang termasuk di antara mereka yang sebelumnya ditahan di kompleks PBB di Yaman telah meninggalkan Sanaa dengan penerbangan UN Humanitarian Air Service.” Beberapa dari rekan-rekan ini akan pindah ke Amman, Yordania, dan perjalanan lebih lanjut atau kembali ke Yaman belum bisa dipastikan. PBB juga bilang bahwa tiga staf yang tersisa sekarang bebas untuk bergerak atau bepergian.
Seorang jubir PBB nambahin mereka masih berencana untuk mengawetkan beberapa staf internasional di Sanaa. Di antara yang ditahan sebelumnya adalah perwakilan UNICEF di Yaman, Peter Hawkins. Houthi, yang udah menyelaraskan diri melawan Israel dan Amerika Serikat, kadang-kadang menyerang pengiriman di Laut Merah dan target-target Israel selama konflik, dengan bilang mereka berdiri bersama Palestina. Israel udah membalas dalam beberapa operasi. Pemimpin Houthi, Abdulmalik Al-Houthi, menuduh pegawai PBB yang ditahan terlibat dalam salah satu serangan itu, tapi PBB udah membantah klaim-klaim itu.
Menurut PBB, 53 pekerja bantuan dan pekerja PBB masih ditahan secara sewenang-wenang oleh Houthi. Para pemberontak udah menerobos kantor PBB di Sanaa pada 31 Agustus dan menahan lebih dari 11 staf saat itu. Seorang pejabat Houthi bilang ke AFP bahwa para tahanan dicurigai menjadi mata-mata untuk Amerika Serikat dan Israel. Pada pertengahan September, koordinator kemanusiaan PBB untuk Yaman dipindahkan dari Sanaa ke Aden, ibukota sementara dari pemerintah yang diakui secara internasional.
Semoga Allah memberikan keselamatan kepada para pekerja kemanusiaan dan kemudahan bagi rakyat Yaman.
https://www.arabnews.com/node/