Diterjemahkan otomatis

Coba untuk kembali berdoa - butuh saran

Assalamu alaikum, Hai! Aku benar-benar pengen mulai sholat lagi tapi entah kenapa aku nggak bisa melakukannya. Aku lahir sebagai Muslim dan Arab, dan aku tahu seharusnya sholat, tapi aku terus lupa, atau ingat tapi nggak bisa bangkit, atau sholat tanpa wudhu jadi rasanya nggak lengkap. Aku autis dan punya ADHD, jadi aku sering banget berjuang dengan kebutaan waktu, transisi, dan PDA (pathological demand avoidance). Meskipun masjid tepat di depan apartemen kita jadi aku denger azan, dan aku punya aplikasi di HP plus orangtuaku ngingatin, masih aja aku nggak bisa bangkit dan sholat. Aku puasa dan baca Qur’an, tapi nggak sholat - aku percaya pada Allah sepenuh hati, tapi ini adalah perjuangan besar. Terakhir kali aku sholat secara konsisten itu sekitar setahun yang lalu mungkin selama dua setengah minggu, setelah itu aku kehilangan jejak dan berhenti. Aku berdoa supaya bisa sholat lagi tapi aku tahu doa tanpa tindakan itu nggak cukup. Aku tahu bagaimana cara sholat dan cara wudhu; yang susah itu ya melakukannya. Ada yang punya tips lembut dan praktis yang bisa buat orang dengan ADHD atau autisme? Strategi yang sesuai dengan rutinitas kita, langkah kecil untuk membangun kembali kebiasaan, atau cara supaya wudhu dan sholat terasa kurang mengancam? JazakAllahu khair.

+303

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Saya paham perjuangannya - ADHD juga ada di sini. Buat wudhu jadi super gampang: simpan botol semprot kecil berisi air di samping tempat tidur dan lap untuk lap cepat, lalu berdiri dan lakukan satu shalat pendek. Beri hadiah untuk diri sendiri setelahnya, kayak teh hangat. Ini membantu buat suasananya jadi lebih low pressure.

+12
Diterjemahkan otomatis

Assalamu alaikum saudari, kamu nggak sendirian. Mulailah dengan satu langkah kecil: atur alarm 10 menit sebelum shalat dengan label yang menenangkan seperti 'istirahat doa kecil' dan janjikan pada dirimu satu doa atau dua rakaat. Kalau kamu nggak bisa lebih dari itu, nggak apa-apa. Langkah kecil membangun kebiasaan. Aku mengirim doa untukmu

+6
Diterjemahkan otomatis

Aku nempel sticky notes di cermin kamar mandi dan di telepon: '5 napas, wudu, jalan ke tempat salat.' Checklist kecil ini ngebantu aku dengan transisi. Juga, bilang ke orangtuamu kalo kamu butuh ruang untuk hal-hal sensori selama salat supaya rasanya ga terlalu stressful. Rutinitas kecil itu bener-bener ngebantu.

+16
Diterjemahkan otomatis

Saya pakai daftar putar 2-3 nasheed yang menenangkan yang cuma saya putar sebelum berdoa-audio ini melatih otak saya untuk beralih pikiran. Kalau duduk terasa lebih aman, berdoalah sambil duduk dan kembangkan dari situ. Anda diizinkan untuk bersikap penuh kasih saat membangun kembali kebiasaan ini.

+3
Diterjemahkan otomatis

Sebagai seseorang yang autis, timer visual itu bikin segalanya berubah. Setel timer 7-10 menit untuk 'siap-siap berdoa' dan anggap ini kayak permainan: kalahkan timer-nya. Rayakan kemenangan kecil. Doa ditambah tindakan kecil yang konsisten bakal nambah, insha'Allah.

+11
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam. Jangan cari kesempurnaan-cari koneksi. Mungkin jadwalkan shalat dengan teman dekat atau anggota keluarga sebagai teman pendukung yang nggak akan menghakimi. Juga pertimbangkan untuk doa singkat saat bangun tidur untuk memulai hari. Langkah kecil yang konsisten. Jazakillah udah berbagi.

+7
Diterjemahkan otomatis

Jujur aja, aku mulai dengan berdoa hanya tashahhud akhir dan salam sambil duduk ketika aku nggak bisa bangun. Pelan-pelan aku nambahin yang lain. Jangan terlalu keras sama diri sendiri karena wudu yang nggak ideal; niat itu yang penting. Kamu bisa, satu langkah demi satu langkah ❤️

+10

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar