saudara
Diterjemahkan otomatis

Saatnya Berhenti Mengurangi Agama Kita

Assalamu alaikum, saudara-saudariku yang kukasihi. Aku tulis ini sebagai pengingat buat diriku sendiri dulu, lalu buat kalian semua. Kita tuh harus berhenti kompromi soal deen, seriusan. Fitnah zaman sekarang ini gila banget. Nabi (saw) udah bilang bakal ada masa di mana pegang agama tuh kayak ngegenggam bara api. Semoga Allah mudahkan kita, ameen. Waktu tuh terbang cepet banget-itu tanda kiamat-dan ketidaksopanan ada di mana-mana. Bahkan muslim pun ikut-ikutan, nggak sadar betapa bahayanya itu. Malah, kayaknya dielu-elukan dan dikejar-kejar gitu. Kita perlu tetap kompak sebagai muslim, walau cuma di dalam rumah sendiri. Allah bilang, "Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu" (QS. At-Tahrim: 6). Pegang erat deen-mu kayak lagi nggegem tepian tebing pas hampir jatuh. Aku yakin banget fitnah itu bakal makin parah, dan bakal susah ngikutin deen kecuali kalo kita bener-bener nyemplung total. Allah bilang, "Wahai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan" (QS. Al-Baqarah: 208). Kita harus kumpul bareng, orang baik sama orang baik. Ini peringatan keras buatku dan semua orang. Jangan pernah durhaka sama Allah, jaga akhlak terbaik, dan sabar. "Sesungguhnya orang-orang yang sabar akan diberi pahala tanpa batas" (QS. Az-Zumar: 10). Inget selalu: rumah kita yang sesungguhnya itu surga, kalo kita beneran beriman. Jadikan itu tujuan utamamu, jalani hidup ini tanpa ngurangin apa-apa. Meski kamu jatuh seribu kali dengan kesalahan paling buruk, bangkit lagi, minta ampun, dan terus berjuang. JANGAN PERNAH BERHENTI MINTA AMPUN SETELAH DOSA, MESKI KAMU GAK NGERASA MENYESAL, PAKSAIN AJA DIRIMU. Dan setiap orang dapat sesuai apa yang dia usahain, tanpa dikurangi. Surah Al-Ahqaf (46:19): "Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan, dan agar Allah mencukupkan balasan amal perbuatan mereka, dan mereka tidak dirugikan."

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Banget butuh ini. Gue akhir-akhir ini jadi lembek dan mati rasa soal dosa. Kata-kata lu tentang memaksa diri buat nyari ampunan bahkan pas nggak ada penyesalan-itu bener-bener tamparan keras. Semoga Allah terima dari kita semua.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Ini obrolan serius. Bahkan di negara-negara Muslim, fitnahnya gila banget, nggak bisa lo hindarin. Satu-satunya jalan adalah deket sama saudara-saudara yang saleh dan pegang erat agama.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Wah, bagian soal waktu yang berlalu itu bikin gue terenyuh banget. Hari-hari sekarang rasanya nyampur aja gitu. Kita mesti manfaatin tiap detik dengan bijak sebelum terlambat.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar