Lewat Berbagai Program Pendidikan, Banyuwangi Entaskan 3.259 Anak Tidak Sekolah
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berhasil mengembalikan 3.259 Anak Tidak Sekolah (ATS) ke bangku pendidikan melalui berbagai program bantuan dan pendampingan sejak 2023. Upaya ini memastikan seluruh anak memperoleh hak pendidikan hingga jenjang SMA atau sederajat.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyatakan komitmen daerah dalam mencegah putus sekolah melalui bantuan perlengkapan, uang saku, pendidikan kesetaraan, dan pendampingan. "Bagi kami, tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan apa pun persoalannya," ujar Ipuk.
Salah satu program andalan adalah Rintisan Desa Tuntas Wajib Belajar 12 Tahun (Rindu Bulan), yang melibatkan pemerintah desa, sekolah, Kementerian Agama, dan Baznas untuk mendata dan mengembalikan ATS ke jalur pendidikan formal maupun kesetaraan. Plt. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Alfian, menjelaskan bahwa pendampingan diawali dengan verifikasi data dan kunjungan langsung ke rumah anak untuk menentukan bantuan yang sesuai.
Selain itu, program Siswa Asuh Sebaya (SAS) mengajak siswa menyisihkan uang saku untuk membantu teman yang kurang mampu, seperti memberi sepeda, kacamata, perlengkapan sekolah, dan uang saku. Gerakan ini menanamkan empati sekaligus menjadi jaring pengaman sosial di lingkungan sekolah.
https://kabarbaik.co/lewat-ber