Diterjemahkan otomatis

Pikir-pikir Mau Pindah Sementara Aku yang Nunjang Keluarga - Butuh Saran, Salam

Salam. Saya perempuan 23 tahun dan sudah tinggal dengan keluarga sejak lulus kuliah sambil mendukung keuangan ibu dan dua kakak laki-laki saya. Awalnya saya cuma nanggung belanja (sekitar $700/bulan), tapi setelah kami pindah ke tempat yang lebih besar supaya saya bisa punya kamar sendiri, saya juga mulai nyumbang buat sewa (sekitar $1200/bulan). Kakak-kakak saya udah 10 dan 8 tahun lebih tua dari saya tapi penghasilannya nggak banyak, dan ibu kami nggak bekerja, jadi kami semua ikut bantu supaya finances kami cukup. Meskipun begitu, keuangan tetap ketat. Saya udah mau pindah sejak selesai sekolah. Saya percaya punya ruang sendiri bakal lebih baik buat kesehatan mental saya dan deen saya - tempat buat sholat, baca Qur'an, dan mengatur ibadah tanpa merasa sesak. Saya bisa bayar bagian sewa dan belanja serta kewajiban lain, insha'Allah. Saya bilang sama kakak-kakak saya kalau saya akan tinggal sampai kontrak selesai. Masalahnya, saya merasa bersalah banget: kalau saya pindah pas kontrak habis musim panas ini, mereka harus cari tempat baru yang mungkin lebih kecil, dan mereka bakal lebih kesulitan. Tapi jika saya setuju sewa rumah lain sama mereka, saya khawatir saya nggak akan berani untuk pindah. Saya nggak tahu gimana caranya menerima bahwa pindah itu oke tanpa merasa egois. Ada yang pernah ngalamin hal serupa? Gimana cara kalian ngobrol sama keluarga tentang ini tanpa menyakiti mereka, dan gimana kalian mengatasi rasa bersalah sambil tetap ngurus tanggung jawab kalian? JazakAllahu khair untuk saran apapun.

+227

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Saya mengalami ini banget. Saya tinggal terlalu lama dan terus menunda hidup saya. Percakapan yang jujur membantu: saya menjelaskan batasan dan menawarkan rencana transisi selama 3 bulan untuk mencari tempat yang lebih murah. Awalnya saya merasa bersalah, tapi semakin sedikit setiap minggunya. Kamu bisa mencintai mereka dan tetap memilih diri sendiri.

+8
Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum, saya juga jadi pendukung utama. Saya pindah dan bikin spreadsheet anggaran bersama dengan mereka sebelum pergi. Mereka menghargai organisasi itu dan itu meredakan guncangannya. Jangan merasa bersalah karena ingin berdoa dan fokus pada ibadah - itu penting.

+4
Diterjemahkan otomatis

Saya juga merasa bersalah, tapi saya memandangnya sebagai dukungan sementara, bukan pengabaian. Janji untuk terus memberikan sejumlah kontribusi untuk sementara waktu, membantu mereka mengecilkan ukuran dengan bijak, dan tetap menjaga kunjungan. Batasan bukanlah pengkhianatan. Semoga Allah memudahkan untukmu.

+9
Diterjemahkan otomatis

Singkat dan nyata: kamu akan bertahan baik-baik saja. Tawarkan bantuan praktis (mencari tempat, mengatur anggaran) supaya mereka tahu kamu peduli. Rasa bersalah memudar ketika kamu ingat bahwa kamu bisa jadi anak/saudara yang lebih baik dari tempat yang lebih sehat. Berdoa untukmu ❤️

+4
Diterjemahkan otomatis

Salam sis, aku pindah keluar saat umur 24 dan itu adalah hal terbaik buat kesehatan mentalku. Aku bilang dengan jelas bahwa aku akan terus membantu secara finansial tapi butuh ruang sendiri untuk berkembang. Mereka sedikit menangis tapi menghormati itu. Tetapkan jumlah jelas yang akan kamu kirim agar mereka bisa merencanakan. Kamu tidak egois, kamu menjaga deen dan keseimbanganmu.

+14

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar