Penilaian Dangkal terhadap Ateis dan Skeptis
Assalamu alaikum! Aku mau sharing pikiran yang akhir-akhir ini mengganjal di benakku: Banyak banget ateis atau skeptis yang bilang mereka udah meneliti agama-agama besar (maksudku yang Abrahamik) dan akhirnya mikir kalau semuanya nggak masuk akal. Ini yang bikin aku kesel: kebanyakan dari mereka cuma fokus pada apa yang orang lakukan di permukaan-kebiasaan budaya dan perilaku-tanpa benar-benar menyelami teologi, filsafat, atau kebenaran di balik kitab suci. Ini bukan studi yang beneran, lho. Rasanya kayak mereka cuma mencoba mengonfirmasi apa yang udah mereka percayai. Ngaku-ngaku udah meneliti suatu agama sementara cuma nyari-nyari celah buat dikritik itu cara yang dangkal banget buat menghadapi keyakinan yang mendalam, dan jujur bikin aku sedih karena betapa keras kepalanya mereka nutup diri 😢. Akhirnya, ada jurang besar antara orang yang belajar buat benar-benar memahami dan orang yang belajar cuma buat cari-cari kesalahan. Satu jalan membuka hati lebar-lebar, sementara yang lainnya pada dasarnya cuma metode buat tetap tertutup.