Bantuan Kurban Presiden dari APBN Lebih Tepat Disebut Program Sosial
Kebijakan bantuan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto yang bersumber dari APBN pada Iduladha 1447 H/2026 M perlu dipahami secara proporsional. Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Ahmad Tholabi Kharlie, menilai program bantuan sekitar 1.098 sapi senilai kurang lebih Rp100 miliar melalui skema Bantuan Kemasyarakatan Presiden mempertemukan dimensi spiritual, sosial, dan kebijakan publik.
Dalam perspektif Islam, ibadah kurban memiliki dimensi ritual individual yang kuat, sehingga penggunaan dana publik memunculkan persoalan konseptual. Namun, tradisi Islam juga mengenal baitul mal untuk distribusi kekayaan publik demi kemaslahatan rakyat. Tholabi menegaskan distribusi daging kurban dapat ditempatkan dalam kerangka perlindungan sosial dan pemenuhan kebutuhan pangan.
Tholabi menyarankan agar program ini diposisikan sebagai program distribusi sosial negara, bukan kurban personal Presiden. "Dalam perspektif fikih, ibadah maliyyah personal semestinya menggunakan harta pribadi. Karena itu, pendekatan yang lebih tepat adalah memosisikannya sebagai program sosial negara berbasis momentum Iduladha," ujarnya.
https://www.gelora.co/2026/05/