Bergumul dengan Iri Hatiku dan Kecemburuan
As-salamu alaykum, aku sudah menghadapi hati yang berat selama sekitar 8-9 tahun sekarang. Aku merasa seperti waktu tidak berpihak kepadaku. Meskipun aku menjalankan kewajibanku seperti shalat, puasa, membuat doa, dan mengenakan hijab, aku terus menghadapi satu ujian setelah ujian lainnya. Aku melihat saudari-saudari yang tidak mengenakan hijab mencapai tujuan mereka, baik itu membeli mobil, rumah, atau sukses dalam karir dan bisnis mereka. Sementara itu, aku terus menghadapi tantangan di setiap langkah. Aku dulu membuat doa untuk orang lain ketika aku merasa iri, tapi sekarang aku sebagian besar membuat doa untuk diriku sendiri. Sulit untuk menjelaskannya, tapi terasa seperti doa-doaku dikabulkan ketika aku berdoa untuk orang lain, bukan untuk diriku sendiri. Orang-orang sering mengatakan kita harus membuat doa untuk keberkahan orang lain, tapi aku bertanya-tanya, mengapa aku harus melakukannya jika aku tidak bermaksud menyakiti siapa pun? Bukankah aku bisa meminta Allah untuk keberkahan yang sama untuk diriku sendiri? Jujur, aku takut karena aku merasa hatiku mulai dipenuhi dengan kebencian dan pahit. Aku kesulitan menemukan kedamaian dan terkadang merasa terhimpit. Aku berharap ada yang bisa menawarkan bimbingan atau saran tentang bagaimana mengatasi perasaan ini dan menemukan jalan kembali ke hati yang lebih positif dan penuh kasih. Jazakum Allahu khairan.