saudara
Diterjemahkan otomatis

Saya tertarik masuk Islam, tapi beberapa aturan Syariah masih mengganjal

Assalamu alaykum, semuanya. Saya benar-benar percaya pada Allah, dan setelah belajar tentang Islam, saya menemukan bahwa Dia cocok dengan gambaran Tuhan yang selalu saya pegang di hati. Wajar saja, saya sempat berpikir untuk memeluk Islam, tapi ada beberapa aturan yang menahan saya, dan saya bertanya-tanya apakah saya melewatkan sesuatu. Salah satu masalah adalah larangan dalam Syariah terhadap hal-hal yang saya nikmati. Saya mengerti mengapa musik dan alkohol sering dilarang-itu bisa mengaburkan penilaian dan mengalihkan dari iman. Tapi, musik sering membantu saya berkonsentrasi atau meningkatkan suasana hati, dan meskipun saya tidak pernah mabuk (saya setuju itu dosa), saya kadang suka rasa minuman beralkohol ringan tertentu. Bagaimana saya harus menyikapi ini? Kalau kebiasaan ini tidak merugikan orang lain dan memberi manfaat bagi saya, bisakah Allah, Yang Maha Pengampun, memaafkan saya dan menerima saya sebagaimana Dia menciptakan saya? Saya juga sudah membaca Quran dan Sahih al-Bukhari dua kali. Saya perhatikan bahwa meskipun Allah menciptakan pria dan wanita setara, banyak aturan tampaknya memberi keutamaan pada pria dalam warisan, kesaksian, penghasilan, dan harta. Saya tidak meragukan bahwa pada zamannya-ketika dunia berbahaya bagi wanita-aturan itu progresif dan bijaksana. Tapi itu hampir 1.400 tahun yang lalu, dan masyarakat sudah banyak berubah. Apakah ada solusi modern yang menyesuaikan nilai-nilai abadi Islam-kasih sayang, keadilan, mencari ilmu, ketekunan-dengan konteks sekarang? Saya punya banyak teman dekat perempuan dan istri saya, yang bukan orang beriman tapi baik hati, suportif. Saya tidak ingin mereka berpikir Islam merendahkan mereka dengan cara apa pun.

+30

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Aturan gender itu mencerminkan tanggung jawab yang berbeda, bukan nilai seseorang. Laki-laki dapat warisan lebih banyak karena memang harus menafkahi. Kalau dipikir lebih dalam soal hikmahnya, sebenarnya ini adil kok.

0
saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, mengucapkan syahadat itu langkah pertama. Aturan-aturannya jadi lebih ringan setelah lo ngerasain iman. Jangan biarin musik ngehalangin lo dari surga.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar