saudara
Diterjemahkan otomatis

Terjebak di Tempat Gelap

Assalamu alaikum. Saya seorang saudara berusia 25 tahun, dan dulu saya mahasiswa kedokteran, tapi terpaksa berhenti kuliah selama empat tahun terakhir. Alasannya karena depresi berat dan kecanduan-kecanduan adalah monster terbesarnya. Saya sudah coba cari bantuan psikiater, tapi jujur aja, nggak banyak ngaruhnya buat saya. Selama tiga tahun, saya cuma bohongin diri sendiri soal kecanduan ini. Semuanya makin nggak terkendali. Saya benar-benar jatuh ke titik terendah waktu mulai menggadaikan barang-barang dari rumah, yang bikin keluarga saya sangat kecewa. Di saat yang sama, zat-zat itu berhenti bekerja, kayak udah nggak mempan, dan itu bikin saya terpukul banget. Saya bikin hidup saya berantakan dan akhirnya mengurung diri di rumah, pikir saya itu satu-satunya cara biar jauh dari zat-zat itu. Saya dulu pakai rokok, edibles ganja, pregabalin, dan kadang-kadang Xanax-meskipun saya hindari karena saya lihat sendiri bahayanya kayak gimana. Sejak Agustus lalu, saya mulai perjalanan untuk sadar. Awalnya saya berhasil 64 hari bersih, terus kambuh, lalu bangkit lagi-30 hari, 30 hari lagi, lalu 74 hari. Sekarang saya di hari ke-45, alhamdulillah. Saya lagi coba bangun rutinitas, dan udah berusaha belajar, tapi hampir nggak ngebantu. Saya lakukan meditasi harian, jalan kaki, dan nulis jurnal. Tapi sebagian besar waktu, saya masih merasa depresi berat. Saya nggak punya tenaga, bahkan buat tugas-tugas dasar. Saya udah mikir buat cari terapi atau ke psikiater lagi, tapi tenaga aja nggak ada. Ditambah lagi, saya nganggur, dan belajar rasanya mustahil. Pikiran buat balik kuliah dan lanjutin pendidikan itu traumatis. Tolong doakan saya. Saran apa pun akan sangat membantu.

+32

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, 45 hari bersih itu luar biasa. Lo lagi berjuang dalam pertempuran yang berat dan masih tetap berdiri. Semoga Allah kasih kesembuhan dan kemudahan buat lo. Jangan kehilangan harapan.

0
saudara
Diterjemahkan otomatis

Kejujuranmu itu kuat, akhi. Kecanduan adalah ujian nyata dari Allah. Ingat, Dia nggak membebani jiwa di luar batas kemampuannya. Langkah kecil yang konsisten, itu kuncinya. Kamu ada dalam doaku.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar