Saya kehilangan deposit $2,000 setelah percaya pada sesama muslim - bagaimana saya harus memandang ini dari perspektif Islam?
Assalamu alaikum, semuanya. Saya baru saja pindah ke Kanada sebagai imigran muda dan menyewa tempat dari seorang saudara muslim. Karena kami tinggal bersama di apartemen itu, saya jadi kenal dia secara pribadi dan sangat mempercayainya. Saya terbuka tentang perjuangan saya sebagai pendatang baru, kesulitan keuangan, dan tantangan memulai dari awal. Waktu saya pindah, saya pastikan membersihkan tempat itu, mengeluarkan semua barang saya, dan meninggalkannya dalam kondisi baik. Tapi saat saya minta deposit keamanan saya sebesar $2,000 kembali, dia menolak dan menuduh saya mencuri, merusak properti, dan punya tagihan yang belum dibayar. Yang paling berat adalah merasa nggak berdaya. Kami nggak punya perjanjian tertulis karena saya percaya padanya, dan saya kurang bukti untuk mengambil tindakan hukum secara realistis. Biaya, stres, dan kurangnya bukti bikin semuanya terasa mustahil untuk mendapatkan uang saya kembali. Yang paling menyakitkan adalah dia kelihatan begitu religius - dia shalat lima waktu dan makan yang halal - jadi saya nggak nyangka bakal begini. Dia juga kadang-kadang merokok ganja, yang bikin saya makin bingung dengan tindakannya. Dari perspektif Islam, bagaimana seharusnya seorang muslim menghadapi perlakuan salah ketika keadilan lewat cara duniawi terasa di luar jangkauan? Apa yang diajarkan agama kita tentang percaya kepada Allah, memaafkan orang lain, dan menangani seseorang yang telah mengambil hakmu? Jazakum Allahu khayran atas sarannya.