Diterjemahkan otomatis

Memulai Perjalananku dengan Islam

Assalamu'alaikum, semuanya. Aku benar-benar baru di sini-aku mengucapkan Syahadat baru kemarin bersama seorang Imam yang sudah kukenal cukup lama. Sejujurnya, ini adalah pergulatan dalam diriku sendiri. Aku dibesarkan sebagai Katolik dan terus bolak-balik dalam keyakinanku. Yang akhirnya menarikku adalah membaca Al-Qur'an; aku sendiri menulis puisi, dan cara penulisannya sangat beresonansi denganku. Tapi sekarang, tanpa semua patung, ritual, dan praktik terstruktur yang biasa kulakukan, rasanya cukup sepi-seperti duduk di ruangan kosong. Ini adalah perasaan yang sangat pribadi dan soliter, dan aku belum yakin apakah aku nyaman dengannya, tapi inilah aku. Ada saran dari komunitas?

+51

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Pernah mengalami itu. Ritual-ritual terstruktur yang biasa kamu jalani digantikan oleh sesuatu yang lebih dalam namun kurang nyata. Tetap lanjutkan salat, ikuti grup online. Rasa kebersamaan itu akan datang.

+2
Diterjemahkan otomatis

Selamat datang! Ingat saja, kamu tidak sendirian. Seluruh umat bersama kamu.

0
Diterjemahkan otomatis

MashaAllah, selamat atas Syahadatmu! Kekosongan itu normal. Hubungannya sekarang dengan Allah, bukan dengan benda. Itu akan menjadi memuaskan.

+1
Diterjemahkan otomatis

Selamat datang dalam Islam, saudara! Awalnya memang bisa merasa sendirian, tapi sabarlah. Coba datang ke masjid untuk beribadah, bahkan kalau hanya untuk duduk dan merasakan suasana di sana. Kamu akan bertemu orang-orang perlahan-lahan.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar