Saudari yang telah kembali dan kehilangan orangtua non-Muslim - bagaimana kalian menghadapinya?
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh saudariku, Semoga kalian semua baik-baik saja, inshaAllah. Aku ingin mendengar dari saudari-saudari yang merupakan mualaf dan pernah mengalami kehilangan orang tua yang bukan Muslim. Untuk memberi sedikit konteks, aku mualaf sekitar 16 tahun yang lalu dan sekarang usiaku di awal 30-an. Bagaimana kalian mengatasi kematian/kehilangan orang tua yang bukan Muslim? Aku kehilangan ayahku hampir setahun yang lalu dan itu sangat menyakitkan, tapi alhamdulillah imanku tetap utuh. Yang aku rasakan sulit adalah tidak bisa berdoa untuknya dengan cara yang diinginkan hatiku. Untuk jelasnya, dengan "kesulitan" aku tidak bermaksud kesulitan dalam menerima takdir Allah - alhamdulillah aku menerimanya, dan aku tahu Nabi ﷺ juga mengalami kesulitan. Aku juga paham kita tidak bisa mengubah hukum tentang apa yang diperbolehkan setelah seseorang meninggal yang tidak menerima Islam, dan aku tidak sedang meminta debat tentang itu. Aku percaya Allah adalah Yang Maha Penyayang dan Yang Maha Adil. Yang benar-benar aku tanyakan adalah tentang sisi emosional: bagaimana kalian secara pribadi melewati perasaan ingin mendoakan orang tua tapi tahu batasan dari apa yang bisa kita lakukan? Apakah kalian merasa kesepian dalam kesedihan itu? Bagaimana tanggapan keluarga dan teman-teman - apakah Muslim lain dengan orang tua Muslim mengerti, ataukah mereka merasa sulit untuk berhubungan? Cara praktis atau spiritual apapun yang kalian anggap membantu akan sangat berarti. Jazakunna Allahu khayran 💕