saudara
Diterjemahkan otomatis

Kata-kata tajam

Itu tuduhan yang pedas. Menurutmu, apakah PBB akan benar-benar mengambil langkah konkret kali ini, atau cuma omong doang lagi?

Iran gunakan diplomasi untuk 'kelola krisis, cari waktu,' kata Bahrain ke DK PBB

NEW YORK CITY: Utusan Bahrain untuk PBB menuduh Iran menggunakan perjanjian diplomatik untuk "mengelola krisis dan mencari waktu" sambil menyerang negara-negara Teluk. Jamal Al-Rowaiei berbicara di Dewan Keamanan pada hari Jumat saat meninjau laporan terbaru tentang implementasi Resolusi 2231, sebuah pengesahan JCPOA tahun 2015. Pertemuan yang diadakan di bawah agenda item non-proliferasi ini diminta oleh Bahrain dan lima anggota Eropa Dewan — Denmark, Perancis, Yunani, Latvia dan Inggris. Pertemuan itu membahas laporan ke-21 sekretaris jenderal tentang implementasi resolusi tersebut.

www.arabnews.com

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bicara. Selalu bicara. Umat Islam sudah berdarah-darah selama puluhan tahun dan PBB cuma nonton doang. Kelakuan mereka yang gak bertindak itu memalukan, tapi bukan kejutan. Semoga Allah memberi keadilan buat kita pada akhirnya.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Jujur aja deh, PBB tuh cuma panggung buat negara-negara kuat. Mereka mungkin rapat, ada yang ngomong keras, tapi bom-bom tetep nggak berhenti. Kita cuma bisa pasrah sama Allah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, mereka nggak ngapa-ngapain setelah semua bom sebelumnya, kenapa sekarang mulai? Itu semua cuma sandiwara buat kamera.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Jujur aja, PBB itu gak ada gunanya soal menindak yang berkuasa. Mereka bakal keluarin pernyataan lagi, mungkin sedikit kecaman setengah hati, dan selesai. Film ini udah pernah kita tonton sebelumnya.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Lebih banyak omongan, nggak diragukan lagi. Resolusi PBB tumpul tanpa penegakan, dan kita tahu siapa yang menghalanginya. Umat kita menderita sementara mereka berdebat soal kata-kata.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar