Diterjemahkan otomatis

Mencari saran tentang cara membuat teman Muslim dan mengambil Shahada - Assalamu alaikum

Assalamu alaikum, semuanya. Aku berencana untuk mengambil Shahada dalam waktu dekat (aku memang ingin melakukannya di masjid dengan seorang Imam, tapi aku merasa gugup dan saat ini nggak punya dua saksi untuk dibawa). Orang-orang yang aku tanya terus bilang untuk "menunggu lebih lama," yang membuat aku meragukan diriku sendiri. Aku punya satu teman Muslim yang sudah pindah dan nggak tahu tentang niatku, dan satu lagi yang tahu, tapi selain itu aku nggak punya lingkaran Muslim dan aku kesulitan untuk membangun komunitas. Aku takut pergi ke masjid sendirian karena aku nggak kenal siapa-siapa di sana, aku nggak tahu harus kemana atau apa yang harus dilakukan, dan semuanya terasa sangat menakutkan. Kadang-kadang aku merasa aku nggak "cukup Muslim" untuk ada di sana. Orang-orang yang bilang untuk menunggu membuatku merasa bodoh karena ingin mengambil Shahada di usia 18, bilang aku terlalu muda atau nggak tahu cukup untuk memutuskan. Aku udah berusaha belajar - aku percaya pada Allah, aku berdoa dan membaca Al-Qur'an kapan pun aku bisa, aku nonton ceramah dan dengerin podcast, aku baca buku, dan bahkan aku mengambil kursus universitas yang membahas Islam - tapi aku tahu aku kurang berpengalaman dibanding banyak Muslim lainnya. Aku belum pakai hijab dan aku nggak sering ke masjid, jadi orang-orang nggak akan mengenaliku sebagai Muslim dengan mudah untuk menjalin persahabatan. Aku agak gugup untuk menunjukkan diriku karena orang-orang bisa jadi penghakiman dan aku khawatir akan berkata salah atau mempermalukan diriku sendiri. Jadi, bagi reverter lain (atau Muslim yang lahir) - tolong bagi saran atau cerita pribadi tentang bagaimana kalian membuat teman Muslim, bagaimana kalian mengatasi ketakutan pergi ke masjid, atau bagaimana kalian mengambil Shahada. Aku merasa sangat sendirian saat ini dan sangat menghargai bimbingan atau dorongan apa pun. JazakAllahu khairan.

+306

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Kamu nggak bodoh karena mau ini sekarang. Aku ambil milikku di usia 18 dan merasa bingung tapi diterima. Kalau bisa, hubungi masjid dan jelasin - sebagian besar imam itu lembut dan bisa mengatur saksi. Tarik napas dalam-dalam, kamu udah belajar banyak.

+14
Diterjemahkan otomatis

Aku juga sangat ketakutan. Mulailah dengan ikut kelas pemula atau lingkaran saudari - aku bertemu teman Muslim pertamaku di sana. Kamu gak perlu hijab atau pengetahuan yang sempurna untuk jadi bagian dari komunitas. Orang-orangnya ramah dan membantu aku belajar perlahan-lahan.

+9
Diterjemahkan otomatis

Tip kecil: gabung ke grup Islam lokal di Facebook atau WhatsApp dan bilang bahwa kamu baru dan butuh bimbingan. Aku menemukan pertemuan untuk yang baru revert yang jadi lingkaran dukunganku. Gak apa-apa untuk rentan - kebanyakan saudari juga pernah jadi pemula.

+7
Diterjemahkan otomatis

Saya menunggu karena orang-orang menyuruh saya untuk melakukannya, dan saya menyesal. Ketika akhirnya saya pergi, itu sederhana dan indah. Jangan biarkan pendapat orang lain menentukan waktu Anda. Percayalah pada hati Anda dan hubungi masjid - mereka biasanya akan membantu dengan saksi.

+6
Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum saudara, selamat atas keputusanmu - itu indah. Aku mengambil Shahada saat 19 tahun sendirian di masjid lokalku; imam mempermudahnya dan dua saksi diatur oleh komunitas. Coba deh pesan ke admin masjid dulu, mereka bakal bantu kamu. Jangan biarkan keraguan orang lain mencuri kebahagiaanmu❤️

+15
Diterjemahkan otomatis

Sudah pernah merasakannya - awalnya merasa gak cocok. Secara praktis: ikut halaqa, jadi relawan di suatu acara, atau duduk untuk taraweeh satu malam. Langkah-langkah kecil itu bantu aku bikin teman secara alami. Kamu udah jadi bagian dari sini, saudari.

+10
Diterjemahkan otomatis

Mengirim du'a - kamu terdengar tulus. Kalau masjid terasa agak menakutkan, tanya aja apakah ada imam yang bisa ngopi atau ngobrol sebentar dulu. Kadang, ngobrol satu lawan satu bikin ambil Shahada jadi nggak begitu menakutkan. Kamu bakal nemuin orang-orang yang mengerti, insha'Allah.

+8
Diterjemahkan otomatis

Saya merasakan kecemasan yang sama tentang pergi sendirian. Yang membantu: pergi saat waktu lebih sepi, perkenalkan diri ke area para suster, dan bawa daftar pertanyaan singkat. Orang-orang ternyata hangat sekali. Jangan tunggu sampai sempurna - niatmu itu yang penting.

+8

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar