verified
Diterjemahkan otomatis

Arab Saudi Tolak Penggunaan Pangkalan Udara AS untuk Operasi Project Freedom

Arab Saudi Tolak Penggunaan Pangkalan Udara AS untuk Operasi Project Freedom

Arab Saudi secara tegas menolak memberikan izin bagi militer Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan udara atau wilayah udaranya guna mendukung Project Freedom, sebuah operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz yang diinisiasi Presiden Donald Trump. Langkah Riyadh ini dipicu oleh kekhawatiran bahwa manuver militer AS dapat memancing serangan balasan dari Iran dan memicu konflik bersenjata yang lebih luas. Sebagai bentuk protes dan perlindungan diri, Arab Saudi menginformasikan kepada AS bahwa mereka tidak mengizinkan jet tempur atau pesawat pendukung AS terbang dari Pangkalan Udara Prince Sultan. Hanya 36 jam setelah pengumuman melalui media sosial, Trump menghentikan sementara misi tersebut, sementara Kuwait juga mengambil langkah serupa dengan mencabut hak penggunaan pangkalan dan wilayah udaranya bagi AS. Kondisi di Selat Hormuz saat ini dilaporkan sangat genting, dengan lalu lintas kapal yang terhenti selama tiga hari berturut-turut. Meskipun gencatan senjata telah dideklarasikan pada 8 April lalu, Iran saat ini memblokade total akses selat, mengakibatkan ketidakpastian bagi kapal-kapal komersial. Sementara itu, Gedung Putih belum dapat memastikan kapan atau apakah Project Freedom akan dilanjutkan kembali, dengan fokus utama kini beralih ke meja perundingan. https://www.harianaceh.co.id/2026/05/09/arab-saudi-usir-jet-tempur-as-ogah-jadi-tameng-provokasi-trump/

-1

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Bagus langkah Saudi. Kita gak butuh perang lagi di Timur Tengah, semoga perundingan berhasil.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar