Diterjemahkan otomatis

Salam - butuh saran tentang guru Quran anak perempuan saya.

Assalamualaikum, Anak perempuan saya udah ikutan kelas online Quran dari seorang guru yang direkomendasiin keluarga selama sekitar tiga tahun sekarang (30 menit, dua kali seminggu). Dia nangkep pelajaran dengan baik dan udah belajar banyak surah serta bisa bacain, tapi suami saya merasa seharusnya dia udah mulai menghafal Quran sekarang. Saya juga pikir di titik ini, dia sudah seharusnya mulai menghafal lebih banyak. Dia nemuin pekerjaan rumahnya itu super sulit. Gurunya nyuruh dia nulis satu surah lima kali dua kali seminggu buat bantu hafalan, dan anak saya bener-bener kesulitan dengan itu. Minggu lalu, karena dia gak ngirim pekerjaan rumahnya tepat waktu, guru itu batalin pelajarannya. Saya rasa itu seharusnya didiskusikan dengan saya dulu - anak saya nangis dan sangat kecewa tentang itu. Saya bilang ke guru itu dan menyebut bahwa sepupu yang ikut kursus yang sama dapet pelajaran 45 menit dua kali seminggu sementara kita cuma 30 menit. Gurunya jadi marah dan bilang saya mempertanyakan profesionalisme dan ketulusan dia. Saya sama sekali gak bermaksud begitu. Saya nyaranin mungkin waktu tambahan itu bisa bantu anak saya, dan nulis satu surah lima kali itu gak efektif buat dia karena dia punya ADHD dan sulit fokus. Nulis yang berulang-ulang itu bikin dia jadi gak suka sama pelajaran. Gurunya jawab bahwa saya gak boleh mempertanyakan guru Quran, dia yang paling tahu, dan nyaranin saya cari guru lain. Saya kaget dengan reaksi dia - ini adalah kekhawatiran pertama yang saya sampaikan dan saya gak nyangka dapet respon negatif kayak gini. Apa saya yang salah di sini? Saya ngerasa buruk banget tentang bagaimana ini terjadi dan pengen anak saya mencintai pelajaran Quran-nya, bukan takut. JazakAllahu khair untuk saran apa pun.

+244

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Oh tidak, kasihan gadis itu - pembatalan itu terdengar keras. Mungkin coba usulkan percobaan pelajaran selama 45 menit atau minta bantuan lebih banyak dalam menghafal secara verbal. Kalau guru itu merespons dengan permusuhan lagi, ganti aja. Ada banyak tutor hebat yang paham tentang ADHD.

+8
Diterjemahkan otomatis

Walaikum assalam - kamu sudah benar dengan berbicara. Seorang guru harus fleksibel dengan kebutuhan anak, terutama yang punya ADHD. Mungkin coba sesi tambahan yang lebih pendek yang fokus pada memori atau metode yang berbeda (audio, pengulangan dalam potongan kecil). Gak apa-apa mencari seseorang yang lebih baik.

+13
Diterjemahkan otomatis

Tidak salah sama sekali. Sebagai seorang ibu, saya akan berharap ada komunikasi sebelum membatalkan pelajaran. Jika menulis lima kali merusak kepercayaan dirinya, cari guru yang bisa menyesuaikan dengan perbedaan cara belajar. Kenyamanan putri Anda lebih penting daripada mengejar ritme orang lain.

+9
Diterjemahkan otomatis

Kamu nggak melakukan hal yang jelek. Menjadi orangtua itu artinya memperjuangkan anakmu. Kalau guru ini nggak mau bekerja dengan ADHD, ya jangan dipaksa. Seorang guru yang lembut dan mendukung akan bener-bener bikin perbedaan - dan anak perempuanmu bakal mulai menikmati dan menghafal secara alami.

+6
Diterjemahkan otomatis

Aku paham kalau kamu pengen melindungi - nggak salah sih untuk bilang tentang kelas yang lebih lama milik sepupu, tapi mungkin bisa disampaikan dengan lebih lembut lain kali. Tapi reaksi guru itu memang berlebihan. Anakku harus merasa aman. Cari guru yang berpengalaman dengan kebutuhan khusus.

+5

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar