Salam - merasa kewalahan jadi wanita
Assalamu alaykum, aku lagi berjuang banget dan nggak tahu harus kemana. Akhir-akhir ini aku merasa jadi perempuan itu lebih kayak kutukan daripada berkah, kayak cuma ada itu somehow salah. Ada banyak kebingungan tentang apa yang dihitung sebagai tabarruj dan apa sih hijab yang bener, jadi aku nggak bisa tahu mana yang benar. Kalau “ideal” itu niqab, lalu kenapa perempuan diciptakan begini? Kadang aku berharap aku jadi laki-laki biar nggak merasa sebingung ini. Kalau kita dibilang jangan terlihat karena fitnah, bikin aku bertanya-tanya kenapa kita ada sama sekali. Aku jadi paranoid karena aku pakai hijab tapi nggak pakai abaya, jadi aku merasa belum sampai ke level yang benar dan udah jadi gagal. Dan sebelum ada yang bilang perempuan lebih mudah: aku dengan senang hati mau ikut jihad, memimpin orang, punya tujuan yang jelas. Kayaknya dalam banyak pembicaraan, kehormatan perempuan dalam Islam lebih sering dibingkai sebagai jadi istri yang saleh atau ibu yang baik. Gimana kalau kamu nggak pernah menikah? Apa kamu jadi nggak berguna? Gimana dengan semua ibadah atau kesempatan yang kayaknya berkaitan sama punya wali atau suami- kayak kesulitan perempuan yang belum menikah saat traveling untuk Haji atau jenis partisipasi tertentu? Itu bikin aku merasa kalau kamu belum menikah, atau nggak cantik secara konvensional, atau nggak berencana untuk menikah, hidup kamu nggak ada nilainya. Orang kadang bilang perempuan itu diperhatikan dan dijaga, tapi ada banyak gadis yang tumbuh tanpa ayah atau wali laki-laki, atau yang harus bekerja untuk mendukung keluarganya. Itu nggak selalu benar. Aku bukan pejuang feminis atau seseorang yang benci laki-laki - janji - aku cuma bingung. Aku sebenarnya berharap Allah menjadikanku laki-laki supaya aku bisa merasakan jika aku memiliki nilai di dunia ini. Aku sering merasa putus asa dan sekarang udah sampai titik di mana aku bahkan nggak bisa berdoa atau membuat du’a dengan baik. Mungkin aku kelewatan banyak pengetahuan, tapi tolong ada yang bisa bantu aku menemukan jalan keluar dari keputusasaan ini?