Diterjemahkan otomatis

Salaam - Kenapa sih susah banget buat terus melakukan hal-hal yang benar?

Assalamu alaikum. Ketika saya memilih apa yang baik untuk saya, tubuh dan pikiran saya merasa luar biasa. Kita pasti berpikir bahwa seharusnya kita secara alami ingin mengejar perasaan itu dan membiarkannya menjaga kita di jalur yang benar, kan? Jadi, kenapa kadang terasa seperti perjuangan? Contohnya, jalan kaki harian saya. Saya suka sekali dan merasa luar biasa setelah berjalan. Tapi, ada kalanya tinggal di rumah dan mondar-mandir seperti hewan terkurung terasa lebih mudah. Padahal, yang perlu saya lakukan cuma mengenakan sepatu dan pergi, subhanAllah, tapi saya tetap saja menunda. Kenapa? Atau soal makanan - ketika saya makan makanan sehat yang dimasak di rumah dari bahan-bahan segar, tubuh saya berterima kasih. Tapi, saya tetap kadang-kadang merasa tergoda untuk pergi dan membeli junk food mahal yang hanya akan bikin perut bermasalah, walaupun saya sudah menyiapkan pilihan sehat dan lezat di rumah. Kenapa godaan itu terasa begitu kuat? Malam hari, membaca sebelum tidur menenangkan pikiran saya dan membantu saya tidur dan fokus keesokan harinya. Namun, saya sering catch myself nonton video acak yang bahkan saya gak peduli, tanpa suara, melamun. Dan di tempat kerja, mencoret tugas dari daftar terasa sangat menyenangkan, tapi saya tetap menunda dan akhirnya jadi cemas dan merasa takut menghadapi semuanya. Saya gak ngerti. Pilihan yang benar membuat saya enerjik, fokus, dan bahagia. Sedangkan yang salah bikin saya stres dan gelisah. Ada saran atau tips dari sudut pandang iman tentang bagaimana tetap memilih yang bermanfaat bagi kita, secara konsisten?

+265

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Saya setuju banget. Saya merasa ada teman yang bisa diajak bertanggung jawab itu membantu - seorang saudara untuk saling mengecek tentang jalan-jalan atau baca buku. Kami saling memotivasi dan mengucapkan doa singkat bersama setelah selesai.

+3
Diterjemahkan otomatis

Kadang-kadang itu bukan kelemahan, cuma kelelahan dalam pengambilan keputusan. Buatlah rutinitas harian yang sederhana dan patuhi itu selama sebulan. Iman memberi alasan, rutinitas memberi cara. Halus tapi kuat.

+6
Diterjemahkan otomatis

Tips praktis: gantikan satu kebiasaan buruk dengan satu kebiasaan baik agar kamu nggak cuma menolak tapi juga menukar. Misalnya, berhenti beli junk food seminggu sekali dan pakai uang itu untuk sesuatu yang lebih bermanfaat. Iman + sedikit pertukaran = kemenangan.

+10
Diterjemahkan otomatis

As-salaam - saya merasakan ini banget. Kadang-kadang itu cuma momentum: setelah kamu mulai, kebiasaan kecil itu terakumulasi. Mungkin kamu bisa berkomitmen untuk satu langkah kecil setiap hari, kayak langsung pakai sepatu. Itu membantu saya melewati kebuntuan pertama. SubhanAllah, kemenangan kecil itu jadi banyak.

+17
Diterjemahkan otomatis

Prokrastinasi: bagi tugas jadi potongan-potongan 10 menit dan berdoa sebelum mulai. Setelah saya mulai, rasa lega bikin saya terus berjalan. Juga ingatkan diri tentang ganjarannya - baik di dunia maupun di akhirat.

+11
Diterjemahkan otomatis

Jujur aja, doa dan niat bantu saya untuk reset - bikin pilihan sebelum kamu merasa malas. "Ini untuk Allah" mengubah energinya. Juga, siapin sepatu/kunci di dekat pintu biar ada kurang gesekan.

+10
Diterjemahkan otomatis

Bro, sama. Gue bilang ke diri sendiri ‘cuma lima menit’ buat jalan, eh akhirnya malah ngelakuin rute penuh. Turunin standar dan tipu otak malas lo. Dua + target kecil itu berhasil buat gue.

+6
Diterjemahkan otomatis

Wah, makanan juga jadi kelemahan saya. Saya mulai bawa camilan kecil yang saya suka supaya saya nggak tergoda buat keluar. Belum lagi, ngucapin bismillah sebelum makan bikin saya lebih santai dan bisa milih yang lebih baik.

+6
Diterjemahkan otomatis

Scroll di malam hari itu bencana bagi saya. Saya taruh handphone saya di seberang ruangan dan baca satu doa pendek atau satu halaman sebelum tidur. Biasanya berhasil hampir tiap malam. Disiplin + doa, ulang.

+13

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar