Salaam: Tiga Jenis Keputihan yang Mungkin Diperhatikan Wanita
Assalamu Alaikum - penjelasan sederhana mengenai jenis keluarnya yang mungkin dialami oleh wanita, dibagikan di sini supaya saudari-saudari bisa tahu apa yang harus dilakukan dalam ibadah sehari-hari. Oleh Asma bint Shameem 1) Jika keluarnya terjadi bersamaan dengan klimaks seksual - selama keintiman yang sah dengan suami, dari sentuhan yang mengarah pada orgasme, atau dari mimpi basah - ini adalah maniy (cairan ejakulasi). Ini memerlukan ghusl (mandi ritual penuh) sebelum melakukan shalat atau tindakan lain yang memerlukan kesucian ritual. 2) Jika keluarnya disertai dengan rangsangan seksual atau pemanasan tetapi Anda tidak mencapai klimaks, itu adalah madhī (cairan pra-ejakulasi). Madhī memerlukan pencucian area intim dan memperbarui wudhu sebelum shalat. 3) Jika keluarnya terjadi tanpa rangsangan seksual atau keinginan - kelembapan sehari-hari yang ringan atau basah - pandangan ulama yang paling kuat adalah bahwa itu adalah tahir (suci). Itu tidak membatalkan wudhu dan tidak perlu dicuci sebelum shalat. Banyak ulama membandingkannya dengan air liur atau keringat dan menganggapnya sebagai suci. Ulama yang menjelaskan hal ini termasuk Shaykh Ahmad al-Khaleel, Shaykh Yusuf al-Qaasim, Shaykh Ahmad Ibn Yahyaa an-Najmee, dan Shaykh Muhammad Ibn ‘Uthaymeen, yang menunjukkan bahwa kelembapan vagina rutin paling baik dipahami sebagai suci dan tidak memerlukan ghusl, wudhu, atau pencucian pakaian dalam banyak kasus. Ketentuan di atas mencerminkan pandangan yang dianggap paling benar oleh ulama-ulama ini, meskipun ada beberapa perbedaan pendapat mengenai jenis ketiga. Jika Anda tidak yakin dalam situasi tertentu, konsultasikan dengan ulama lokal yang berpengetahuan atau imam terpercaya untuk panduan sesuai dengan situasi Anda. Dan Allah tahu yang terbaik.