Salaam - berjuang dengan harapan tentang peran wanita
Assalamu alaikum - Aku 17 tahun dan lagi ngerasain banyak ketegangan di rumah soal apa peranku sebagai perempuan seharusnya. Mamaku cukup tradisional dan agak religius, dan kami sering berdebat soal ini. Dia bilang aku terlalu terikat dengan dunia karena aku nggak terima kalau tujuan utama seorang wanita itu cuma untuk melayani suaminya dan punya anak. Dia terus ngomongin pernikahan pas aku ulang tahun ke-21 seolah itu satu-satunya tujuan. Aku pengen kuliah, kerja keras, punya teman, dan kalau nanti ketemu orang yang baik, baru deh menikah. Dia manggil aku feminis modern yang rusak karena media sosial dan itu bener-bener nyakitin. Juga, adik laki-lakiku yang berumur 14 tahun, diperbolehkan begadang sampai tengah malam, sementara aku harus mendem-demen untuk bisa keluar walau cuma beberapa jam. Aku paham sih tentang kekhawatiran soal keselamatan di malam hari sebagai cewek dan aku menghormati itu, tapi tetep aja rasanya nggak adil. Mamaku nunjukkin keluarga-keluarga lain di mana para istri bisa bepergian tanpa suami dan anak-anaknya dan bilang kalau perempuan-perempuan itu sombong, sementara wanita yang benar-benar taat itu tinggal di rumah, merawat keluarga, dan cuma pergi sama suaminya. Pemikiran itu bikin aku ngerasa mual - aku lebih banyak liat wanita berusaha hidup normal. Waktu suami bepergian sama temannya itu dianggap wajar, tapi kalau istri melakukan hal yang sama, itu dikritik. Apakah ini benar-benar ajaran Islam? Aku tahu bepergian dengan mahram itu adalah aturan tradisional untuk keamanan, tapi di dunia sekarang kita kan nggak nyebrang gurun. Aku frustasi banget dan akan sangat menghargai saran atau pandangan yang bisa ngebantu aku ngobrol soal ini dengan keluargaku lebih tenang. JazakAllahu khair.