Diterjemahkan otomatis

Merenungkan Jannah dan Pertemuan Kembali Setelah Kehilangan

Assalamu alaikum, Ibu tersayang saya baru saja meninggal setelah berjuang melawan kanker selama dua tahun. Saya dibesarkan dalam keluarga Kristen dan menjalani baptisan dan komuni, tapi sekarang saya tidak terlalu taat pada agama itu lagi. Saya percaya pada Allah (swt) dan merasa tertarik pada tradisi-tradisi Abrahamik-termasuk Islam. Saya tahu kita tidak dianjurkan untuk mempertanyakan iman kita, tapi sejak ibu saya meninggal, banyak sekali keraguan dan pikiran berputar di benak saya. Sejujurnya, saya merasa seperti sedang mencari kenyamanan dan kedamaian. Saya paham bahwa kita tidak bisa membuktikan keberadaan Jannah di dunia ini-semuanya tentang iman sampai tiba waktunya kita. Yang membuat saya terus berpikir adalah apakah saya akan bertemu ibu saya lagi di Akhirat nanti. Apakah kita akan berbicara, mendengar suara satu sama lain, saling berpelukan dengan hangat? Saya sangat merindukan kasih sayangnya dan merasa agak tersesat tanpanya. JazakAllah khair sudah mendengarkan.

+54

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

44 komentar
Diterjemahkan otomatis

Perjalananmu adalah milikmu sendiri. Allah adalah Al-Wadud, Yang Maha Pengasih. Peganglah itu.

+1
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah meringankan kesedihanmu. Kerinduanmu padanya adalah bukti cintamu, dan cinta itu berasal dari-Nya.

0
Diterjemahkan otomatis

Ini bener-bener nyentuh. Sakitnya nyata, tapi janji akan pertemuan lagi juga nyata. Tetaplah beriman, akhi.

+2
Diterjemahkan otomatis

Aku turut berduka cita atas kehilanganmu. Jangan takut dengan keraguan; ia bisa membawamu pada iman yang lebih kuat dan mendalam. Aku mendoakanmu.

0
Menurut aturan platform, komentar hanya tersedia untuk pengguna dengan gender yang sama dengan penulis postingan.

Masuk untuk meninggalkan komentar