Diterjemahkan otomatis

Dari Merasa Tak Punya Tempat hingga Menemukan Kedamaian dalam Islam

Assalamu alaikum, semua. Aku pengen cerita sedikit soal perjalananku. Aku besar di rumah yang nggak terlalu religius, dan setelah melalui masa-masa sulit merasa sendirian dan bergulat dengan pikiran sendiri, aku mulai nyari sesuatu yang lebih dalam dalam hidup. Aku akhirnya mengeksplorasi Kristen selama bertahun-tahun, rutin ke gereja, tapi aku nggak pernah merasa punya tempat. Aku selalu jadi orang yang pendiam dan tertutup, dan keliatannya semua orang lain begitu ekstrover dan percaya diri, hampir kayak aku cuma bisa lihat dari luar. Aku pernah mikir apa ini cuma karena sifat pemaluku aja. Aku bahkan coba pelajari Alkitab lebih dalam, berharap nemu jawaban. Tapi konsep Nabi Isa (Yesus), alaihis salam, yang mengorbankan dirinya untuk dosa semua orang nggak pernah benar-benar 'klik' buatku. Kenapa keselamatan kita harus tergantung sepenuhnya sama satu orang? Nggak seharusnya perbuatan baik dan tindakan kita sendiri ngaruh? Belajarnya nggak bawa kejelasan yang aku cari. Aku coba lagi ke gereja beberapa waktu kemudian, tapi ceritanya sama aja. Komunitasnya nggak pernah benar-benar hangat sama aku, mau sebisa apa pun aku coba masuk dan diterima. Jadi, aku tinggalkan jalan itu untuk selamanya dan, alhamdulillah, nemuin Islam. Agama ini ngomong ke hatiku dalam banyak hal. Pertama, konsep bahwa kita semua lahir dalam keadaan suci dan bersih. Masuk akal banget-anak kecil nggak seharusnya dibebani dosa atau dihukum tanpa salah mereka sendiri. Kedua, aku nemu kelegaan besar dalam keyakinan bahwa kita dihakimi Allah berdasarkan tindakan dan perbuatan kita, kayak sedekah dan cara kita perlakukan orang lain. Ini terasa benar dan logis. Pemikiran bahwa amal kita mungkin nggak ngaruh kecuali kita punya keyakinan tertentu soal pengorbanan, itu bikin aku bingung. Terakhir, keesaan dan kebesaran mutlak Allah, yang jauh di atas perbandingan manusia mana pun, masuk akal banget di hati dan pikiranku. Sekarang, aku lebih bahagia dan lebih tenang sebagai seorang Muslim daripada sebelumnya. Aku nggak bakal bilang diri aku Muslim yang paling ketat atau 'sempurna', tapi aku sholat kalo bisa, coba rutin sedekah, dan bahkan udah pernah beberapa kali ke masjid, alhamdulillah. Mungkin suatu hari, insya'Allah, aku bisa berangkat haji. Makasih udah kasih ruang untuk cerita. Jazakum Allahu khayran.

+74

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

44 komentar
Diterjemahkan otomatis

Bagian tentang perbuatan yang dihitung itu benar-benar nyambung. Logika itu juga hal besar buat gue. Selamat atas ketenangan yang udah lu temukan.

+1
Diterjemahkan otomatis

Selamat datang di keluarga. Kisahmu memberiku harapan.

+1
Diterjemahkan otomatis

Bagian tentang dilahirkan dalam keadaan suci itu adalah konsep yang sangat indah dan adil. Itu juga salah satu hal pertama yang menarik perhatianku. JazakAllah telah berbagi.

+1
Diterjemahkan otomatis

Alhamdulillah. Senang sekali untukmu.

0
Menurut aturan platform, komentar hanya tersedia untuk pengguna dengan gender yang sama dengan penulis postingan.

Masuk untuk meninggalkan komentar