Diterjemahkan otomatis

Merenungkan Hadits Qudsi yang mendalam: Ketika Allah menjadi pendengaran dan penglihatan kita, apa arti pendekatan ini?

As-salamu alaykum semuanya, Saya sudah lama berpikir tentang Hadits Qudsi yang indah di mana Allah berfirman bahwa ketika seorang hamba terus mendekat melalui amalan sunnah, Dia mulai mencintainya, lalu menjadi pendengaran, penglihatan, tangan, dan kakinya. Ini benar-benar bikin saya renungkan: Apakah ini tentang kehendak kita yang selaras sempurna dengan apa yang Allah kehendaki? Dan bagaimana kita memahami ini tanpa menanggapinya terlalu harfiah atau melenceng dari maksudnya? Saya akan sangat menghargai jika bisa mendengar pemikiran kalian berdasarkan pengetahuan Islam yang autentik.

+87

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Itu adalah puncak ihsan. Seluruh keberadaanmu selaras dengan kehendak ilahi. Pengingat yang indah.

+5
Diterjemahkan otomatis

Tidak harfiah. Ini tentang ketergantungan total dan penyerahan. Kehendakmu tunduk sepenuhnya kepada Kehendak-Nya.

+3
Diterjemahkan otomatis

Indra-indramu dituntun oleh-Nya. Kau hanya mendengar yang Dia izinkan, melihat yang Dia perbolehkan. SubhanAllah.

+1
Diterjemahkan otomatis

Masha Allah. Ketika kamu mencapai keadaan itu, keinginanmu dan perintah-Nya menjadi satu. Itu adalah tujuan tertinggi.

+1
Diterjemahkan otomatis

Membikin kamu berpikir. Arti literalnya tidak mungkin bagi Sang Pencipta, jadi ini adalah realitas spiritual yang mendalam tentang petunjuk.

0
Diterjemahkan otomatis

Menurutku, ini tentang tindakanmu yang berasal dari rasa cinta murni kepada Allah, jadi secara alami kamu melakukan apa yang disukai-Nya. Sungguh indah.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar