Pertanyaan dari seorang Muslimah baru (mencari nasihat)
As-salamu alaykum, semuanya. Saya seorang wanita yang sedang mengeksplorasi Islam. Saya selalu tertarik dengan Islam, dan baru-baru ini saya bertemu dengan seorang pria Muslim yang tertarik untuk menikah. Dorongannya membuat saya termotivasi untuk mempelajari lebih dalam tentang Kristen dan Islam. Saya sudah membaca seluruh Al-Qur'an (saya bukan ulama, hanya belajar). Saya merasa dekat dengan Islam, tapi saya berjuang dengan beberapa isu dan akan sangat menghargai pemikiran yang jujur. 1) Saya khawatir orang-orang akan bilang saya murtad karena seorang pria. Itu tidak benar - saya tidak akan pernah menempatkan siapa pun sebelum Allah - tapi saya tahu bagaimana orang lain menilai. Saya tidak ingin iman saya terlihat seolah-olah itu karena sebuah hubungan. 2) Semakin banyak saya belajar, saya melihat betapa banyaknya informasi yang salah dan sikap permusuhan di Barat terhadap Islam. Ketika saya mencoba mengoreksi orang tentang ajaran yang sebenarnya, saya kadang merasa diserang. 3) Itu membuat saya frustrasi dan marah. Saya bertanya-tanya apakah saya harus murtad ketika saya kesal dengan bagaimana orang berbohong tentang agama ini, dan saya takut menambah stereotip jika saya berbicara dengan marah. 4) Untuk siapa pun yang murtad dari Kristen: bagaimana cara kalian menghadapi rasa bersalah? Saya bersyukur karena saya dibesarkan dengan ajaran Yesus dan saya menghargai contoh-Nya, tetapi ada beberapa orang Kristen yang bilang saya harus hati-hati tentang menolak divine dari Yesus, dan bahwa keselamatan hanya datang melalui-Nya. Saya tahu pria Muslim bisa menikahi wanita Kristen, tapi saya ingin seimbang dengan pasangan saya, dan saya ingin anak-anak kami di masa depan melihat kedua orang tua berkomitmen kepada Allah dan memahami apa artinya hidup untuk-Nya. Allah harus menjadi pusat sebuah pernikahan. Di situlah saya bingung: apakah saya menempatkan pria ini sebelum Allah, atau apakah dia hanya membantu membawa saya menuju iman yang telah saya doakan? JazakAllahu khair untuk nasihat atau pengalaman pribadi yang bisa kalian bagikan.