Presiden Pezeshkian Tegaskan Iran Tidak Akan Tunduk pada Tekanan AS
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak akan tunduk terhadap tekanan Amerika Serikat (AS). Dalam pernyataan di media sosial X pada Selasa (21/4/2026), ia menyebut perlakuan AS terhadap Iran tidak konstruktif dan menekankan bahwa penghormatan komitmen adalah dasar dialog yang bermakna. Pezeshkian juga menyatakan ketidakpercayaan historis Iran terhadap perilaku pemerintah AS, dengan menyebut pengalaman dua tahun terakhir, termasuk perundingan pada 2025 dan 2026, yang berujung pada pengkhianatan oleh AS.
Perundingan damai putaran kedua antara AS dan Iran dibayangi ketidakpastian, dengan Iran enggan berunding selama AS masih memblokade kapal-kapal yang masuk dan keluar pelabuhannya. Pezeshkian menambahkan bahwa para pejabat AS hanya menggunakan tekanan dan kekerasan, serta sinyal kontradiktif yang membawa pesan bahwa mereka menginginkan Iran menyerah, namun rakyat Iran tidak akan tunduk.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan delegasi yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance telah bertolak ke Islamabad, Pakistan, pada Senin (20/4/2026) untuk perundingan damai putaran kedua dengan Iran. Vance bersama rombongan, termasuk utusan khusus Steve Witkoff dan penasihat Jared Kushner, diperkirakan tiba pada Senin malam waktu setempat. Trump menyatakan AS dan Iran seharusnya melanjutkan perundingan untuk mengakhiri konflik, namun beberapa laporan media menyebutkan Vance sebenarnya belum berangkat ke Iran.
https://www.gelora.co/2026/04/