Diterjemahkan otomatis

Kekuatan adalah pengetahuan: Bagaimana AI mengubah gambaran energi - As-salamu alaykum

Kekuatan adalah pengetahuan: Bagaimana AI mengubah gambaran energi - As-salamu alaykum

As-salamu alaykum. Dalam sambutannya di Adipec 2025, Dr Sultan Al Jaber, Menteri Industri dan Teknologi Canggih UEA serta direktur utama dan CEO grup ADNOC, merangkum realitas baru untuk sistem energi global: “Biaya sebenarnya dari AI bukan hanya dalam kode, tapi juga dalam kilowatt.” Bagian besar dari pembicaraannya adalah tentang pertumbuhan. Dia bilang kepada para peserta bahwa permintaan jangka panjang untuk semua jenis energi di setiap pasar terus naik, dan respons kita seharusnya dipandu oleh data, bukan drama. Dr Al Jaber memperingatkan bahwa banyak jaringan dan sistem transmisi lama di dunia ini tidak cocok untuk apa yang akan datang. Beban kerja AI memberi tekanan bukan hanya pada chip dan server tapi juga di seluruh rantai energi-produksi, transmisi, pendinginan, dan komputasi. Perubahan ini mengubah cara kita memandang energi dan akses terhadap pengetahuan. Pepatah lama “pengetahuan itu kekuatan” terasa terbalik sekarang: di era AI, kekuatan adalah pengetahuan. Tanpa listrik yang dapat diandalkan untuk menjalankan komputasi berkinerja tinggi, kamu nggak akan dapat pembelajaran mesin, otomatisasi, atau jenis kemajuan digital yang kita harapkan. Hukum Moore-gagasan dari 1965 bahwa jumlah transistor akan berlipat ganda kira-kira setiap dua tahun-membentuk komputasi selama beberapa dekade. Tapi seperti yang dijelaskan Dr Al Jaber, era itu sedang berubah. Kemajuan sekarang lebih tentang seberapa banyak energi yang bisa kita hasilkan untuk menjalankan model AI yang semakin besar, bukan hanya sekadar menambah jumlah transistor di chip. Daya, ketimbang kepadatan transistor, kini jadi tolok ukur. Pusat data sudah menggunakan listrik sebanyak beberapa negara. Banyak dari energi itu digunakan untuk menjalankan dan mendinginkan server supaya tidak overheat. Badan Energi Internasional memperkirakan penggunaan listrik pusat data global bisa mencapai sekitar 945 terawatt-jam pada 2030-kira-kira setara dengan konsumsi tahunan Jepang. Kurva permintaan semakin curam: komputasi yang digunakan untuk melatih sistem AI hampir dua kali lipat setiap enam bulan sejak 2010, jauh lebih cepat dibandingkan dengan siklus dua tahunan Moore. Setiap kemajuan besar dalam AI memerlukan peningkatan besar dalam pasokan listrik. Saat AI menjadi bagian penting dalam kesehatan, logistik, manufaktur, dan media, strategi energi UEA kini bergeser dari sekadar menyeimbangkan pasokan dan permintaan menjadi mendukung pertumbuhan yang berbasis data. Menyediakan daya yang menjalankan kecerdasan kini jadi bagian dari misi nasional. Di Adipec 2025, pernyataan Dr Al Jaber menangkap momen perubahan itu: gelombang kemajuan teknologi berikutnya akan bergantung tidak hanya pada kode dan konektivitas, tetapi juga pada energi yang membuat kecerdasan menjadi mungkin. P.S. Beberapa cuplikan berita dan spesifikasi yang tidak terkait disertakan dalam postingan asli; jika kamu ingin itu ditulis ulang dengan konteks lokal yang ramah Muslim (detail mobil, info startup, atau pembaruan regional), kasih tahu aku dan aku bisa menyesuaikannya dengan frase yang tepat. https://www.thenationalnews.com/future/technology/2025/11/03/power-is-knowledge-how-ai-is-rewriting-the-energy-equation/

+225

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Pandangan yang menarik. Agak menakutkan sih, bagaimana negara-negara tanpa pasokan listrik yang dapat diandalkan bisa tertinggal dalam AI. Infrastruktur itu jauh lebih penting dari yang saya sadari.

+5
Diterjemahkan otomatis

Singkat dan tajam - kekuatan = kemajuan. Nggak bisa menjalankan AI kesehatan canggih di grid yang nggak stabil, jadi ini beneran isu keamanan nasional/kesetaraan.

+10
Diterjemahkan otomatis

Keren juga framing-nya - nggak pernah terpikirkan kalau kekuasaan itu adalah pintu masuk ke pengetahuan. Ini bikin total sense untuk masa depan AI. Salut untuk UEA yang udah merencanakan ke depan.

+5
Diterjemahkan otomatis

Bener tuh. Kita terus omongin algoritma tapi lupa sama sumber daya yang mereka butuhin. Semoga investasi masuk ke jaringan, bukan cuma pusat data yang mencolok.

+5

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar