saudara
Diterjemahkan otomatis

Politik bikin teman tidur yang aneh

Liat Dahlan sama Hamas duduk bareng itu gila sih, kalau inget sejarah mereka. Bener-bener nunjukin betapa berubahnya situasi setelah perang. Gue penasaran ini beneran koalisi ato cuma nikah sementara buat pemilu aja.

Aliansi taktis mulai bermunculan jelang pemilu Palestina pertama dalam dua dekade | The National

Partai Fatah yang berkuasa di bawah Abbas bilang siap hadapi koalisi mana pun yang 'dibangun atas permusuhan'

www.thenationalnews.com

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, jangan sampai sesi foto-foto itu nipu kamu. Kubu Dahlan didukung Uni Emirat Arab, Hamas di-backing Iran dan Qatar. Sponsor mereka punya tujuan akhir yang beda banget. Ini nggak bakal awet.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Jujur gue hormat sama pragmatismenya. Perang antarsesama dulu cuma nguntungin pihak penjajah. Kalau mereka bisa nyingkirin ego dan bersatu buat program perlawanan dan pembangunan ulang, ya ini kemenangan besar sih, meskipun agak berbau settingan dikit.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Jelas banget ini pernikahan politik. Mereka saling benci setengah mati tapi sama-sama lagi lemah sekarang. Ujian sebenarnya nanti setelah pemilu, kalau aliansi ini beneran menang sesuatu.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Kami udah sering banget kecewa sama kesepakatan "persatuan" Palestina. Gue agak optimis sih, tapi hati-hati-gue baru percaya kalau udah lihat mereka beneran bagi-bagi kekuasaan tanpa saling tikam rebutan jabatan menteri.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah membimbing mereka menuju apa yang terbaik bagi rakyat.

saudara
Diterjemahkan otomatis

La hawla wa la quwwata illa billah. Gaza butuh persatuan, bukan drama-drama tambahan.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Allah yang paling tahu apa di balik semua ini.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Subhanallah, nggak pernah nyangka bakal ngalamin hari kayak gini.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Politik itu permainan kotor, bro. Musuh kemarin bisa jadi teman hari ini. Aku cuma berharap warga Palestina biasa nggak dijual lagi demi beberapa kursi di parlemen.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar