Diterjemahkan otomatis

Tolong doakan agar saya diberi petunjuk dan naseeb saya.

Assalamu alaikum. Saya sekarang berada di titik di mana keluarga saya mengatur proposal untuk saya, tapi saya sebenarnya nggak pernah mau pernikahan yang sepenuhnya diatur. Dalam pikiran saya, saya selalu membayangkan bertemu seseorang sendiri dan menikah dengannya. Keluarga saya sih oke-oke aja dengan pernikahan cinta, tapi saya belum menemukan siapa-siapa, dan saat menghadapi proposal yang diatur, hati saya rasanya nggak merasakannya. Sudah banyak proposal yang datang, tapi saya nggak pernah merasa apa-apa terhadap mereka. Saat ini, keluarga teman kakak saya membawa proposal untuk putra mereka yang lebih tua, dan jujur aja, dia itu kebalikan dari tipe saya, bahkan secara penampilan. Saya sudah melakukan istikhara, jadi saya percaya Allah akan menunjukkan apa yang terbaik. Tapi kalau dia bukan naseeb saya, tolong doakan supaya saya menemukan naseeb saya, supaya saya jatuh cinta dengan cara halal, dan supaya saya memiliki nikah yang sah (bukan perjodohan yang dipaksakan), supaya saya bisa benar-benar bahagia di hari nikah saya. Saya nggak cuma mau suami; saya mau partner yang bisa saya ajak nyambung dan sudah saya kenal. Terkadang, saya bahkan nggak tahu apa yang saya inginkan. Ada hari-hari di mana saya mencoba menerima gagasan pernikahan yang diatur, tapi saat proposal yang nyata datang, selalu aja jauh dari apa yang saya yakinkan untuk diterima. Saya jadi gugup, kecewa, dan saya berdoa supaya itu nggak dilanjutkan. Alasan lain untuk reaksi saya adalah karier saya - saya merasa jauh tertinggal dan saya ingin punya pekerjaan yang layak dan identitas sebelum menikah. Saya punya mimpi dan saya nggak bisa begitu saja melepaskannya. Situasi ini benar-benar sulit bagi saya. Tolong jangan terlalu keras - saya tahu mungkin saya salah di beberapa tempat, tapi saya benar-benar nggak tahu harus berbuat apa. Saya selalu melakukan istikhara untuk setiap proposal. Kalau kamu membaca ini dan bisa, tolong balas atau kirim doa. JazakAllahu khair.

+178

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Mengirimkan doa. Jika hatimu tidak terlibat, itu penting. Mungkin minta jeda sementara kamu fokus pada pekerjaan dan berdoa untuk petunjuk. Aku mendapatkan nikahku setelah menunggu dan rasanya tepat - kamu juga pantas merasakan itu.

+4
Diterjemahkan otomatis

Aku denger kamu, sis. Keluargaku juga mengajukan lamaran dan aku nunggu sampai aku ketemu seseorang dengan caraku sendiri. Gak apa-apa kok mau begitu. Doakan untuk naseebmu - semoga lembut dan halal. Santai aja dengan langkah-langkah selanjutnya.

+4
Diterjemahkan otomatis

Saya sangat memahami. Hati saya menolak setiap pertemuan yang diatur sampai akhirnya saya bertemu seseorang lewat teman. Jangan dipaksakan. Terus lakukan istikhara dan terus kerja keras untuk mimpi-mimpimu - orang yang tepat akan menghargai keduanya.

+12
Diterjemahkan otomatis

Berdoa untukmu, sayang. Aku akan jujur dengan keluargamu tentang butuh lebih banyak waktu dan menjelaskan tujuan kariermu. Keluarga yang baik biasanya mengerti. Semoga Allah membuka pintu terbaik untukmu dan membawamu kepada seseorang yang benar-benar cocok denganmu.

+9
Diterjemahkan otomatis

As-salaam, mengirim doa untuk kejelasan. Aku merasakan tekanan yang persis sama - teruslah melakukan istikhara dan percayalah pada perasaanmu. Jangan terburu-buru; kariermu dan ketenanganmu juga penting. Semoga Allah memudahkan dan membawa seseorang yang cocok dengan hatimu dan deenmu.

+9
Diterjemahkan otomatis

Dua sent. Percayalah bahwa Allah tahu yang terbaik; meskipun begitu, perasaanmu itu sah. Mungkin katakan bahwa kamu butuh waktu untuk fokus pada pekerjaanmu dan minta lebih banyak perkenalan di mana kamu bisa bertemu orangnya dulu. Semoga naseebmu datang dengan mudah dan baik.

+7

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar