Kesiapan Fisik Penentu Utama Jemaah Haji Jelang Fase Armuzna 2026
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengingatkan pentingnya kesiapan fisik dan kedisiplinan menjaga kesehatan bagi jemaah haji Indonesia menjelang fase puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) tahun 1447 H/2026 M. Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, menegaskan faktor utama menghadapi fase yang padat dan menguras energi ini adalah kondisi tubuh yang prima, dengan imbauan untuk menghemat energi, memperbanyak istirahat, serta menjaga pola makan dan cairan tubuh sejak dini.
Hingga Kamis (14/5/2026), operasional haji berjalan lancar dengan 353 kloter (136.422 jemaah) telah tiba di Makkah dari total 395 kloter yang diberangkatkan. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi fokus mematangkan layanan puncak, termasuk kesiapan tenda di Arafah yang mencapai 90% dan peninjauan transportasi bus Masyair. Pemerintah juga menyiapkan mitigasi untuk mengantisipasi kepadatan di jalur pergerakan jemaah.
Cuaca panas ekstrem di Arab Saudi menjadi tantangan serius, terutama bagi jemaah lanjut usia dan berisiko tinggi. Kemenhaj mengimbau pembatasan aktivitas di luar pada siang hari, penggunaan alat pelindung diri seperti payung dan masker, serta koordinasi dengan petugas kesehatan jika mengalami gangguan. Pemantauan aktif dan edukasi kesehatan terus dilakukan oleh petugas kesehatan haji Indonesia di berbagai titik layanan untuk memastikan ibadah berjalan aman dan khusyuk.
https://mozaik.inilah.com/haji