verified
Diterjemahkan otomatis

Ulama NU Ungkap Tiga Tanda Krisis Moral dalam Kisah Nabi Luth

Tian Apriliana, pengajar di Ponpes Daarul Haliim, Kabupaten Bandung Barat, menjelaskan bahwa kisah Nabi Luth dalam Alquran mengajarkan tiga tanda krisis moral. Tanda tersebut adalah penolakan terhadap kebenaran, normalisasi kemaksiatan, dan permusuhan terhadap orang yang mengajak kebaikan. Penolakan terhadap kebenaran terlihat saat kaum Nabi Luth menolak nasihat dan tawaran jalan halal melalui pernikahan (QS. Hud: 79). Menurut Tian, kerusakan kaum sering kali bermula dari keengganan menerima kebenaran yang sudah jelas, bukan karena ketidaktahuan. Normalisasi kemaksiatan terjadi ketika dosa dilakukan secara terbuka dan kehilangan rasa malu, seperti dijelaskan dalam QS. An-Naml: 54. Imam al-Baidhawi menafsirkan bahwa mereka melakukan perbuatan keji secara sadar dan terang-terangan, yang mencerminkan bahaya ketika dosa dianggap biasa. Permusuhan terhadap pengajak kebaikan, sebagaimana disebut dalam QS. Al-A'raf: 82, ditandai dengan ejekan dan upaya mengusir Nabi Luth dan orang beriman. Kisah ini menjadi cermin bagi umat Islam agar mewaspadai kemunduran moral di masyarakat hingga hari ini. https://mozaik.inilah.com/ibrah/ulama-nu-ungkap-tiga-tanda-krisis-moral-dalam-kisah-nabi-luth

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Paling ngena itu soal normalisasi dosa. Dulu orang malu kalau maksiat, sekarang malah dipamerin. Kayaknya udah dekat banget sama tanda kiamat.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Masya Allah, penjelasan ini bikin merinding. Normalisasi maksiat tuh nyata banget sekarang, lihat saja medsos. Semoga kita dijauhkan dari sifat kaum Luth.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Saya jadi ingat QS An-Naml 54. Kaum Luth sadar perbuatannya keji tapi tetap dilakukan. Inilah mentalitas yang susah disembuhkan kalau udah kebal sama dosa.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Jangankan diusir, sekarang ngajak kebaikan aja dibilang sok suci. Persis kayak Nabi Luth. Sabar ya akhi buat yang dakwah.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar