saudara
Diterjemahkan otomatis

Perjuangan Seorang Mualaf: Bisakah Allah Mengampuni Dosaku?

Assalamu alaikum, semuanya. Aku baru aja selesai tahun pertama kuliah, dan jujur, aku kacau banget. Aku ini mualaf kulit putih, dan waktu pertama kali datang ke sini, aku semangat banget pengin dekat sama komunitas Muslim. Tapi beberapa Muslim pertama yang kutemui nggak begitu ramah-mereka kayak meragukan keislamanku gara-gara warna kulitku, seolah-olah aku pura-pura masuk Islam. Itu sakit banget, loh, karena sebelumnya aku belum pernah bergaul sama Muslim, dan itu bikin aku mempertanyakan imanku dalam-dalam. Akhirnya aku jadi bolak-balik masuk-keluar Islam sepanjang tahun ini, terlibat hubungan dan sebagainya, meskipun alhamdulillah aku tetap menjaga kehormatanku. Tapi tetep, aku bikin banyak kesalahan. Lalu aku ketemu seorang akhwat di aplikasi nikah Muslim, dan saat itu aku lagi di titik terendah, tapi aku udah berusaha sebaik mungkin untuk menghargai batasan dia. Cuma dia agak terlalu agresif, sih-dia ngundang dirinya sendiri ke tempatku, minta nginep, dan semacamnya. Dia bilang orang tuanya bakal oke sama aku, meskipun aku kulit putih dan dia keturunan Desi, tapi ternyata dia salah. Mereka langsung nolak aku mentah-mentah, bilang aku nggak mungkin Muslim beneran gara-gara latar belakangku. Kami berdua hancur, dan dalam momen yang lemah, kami akhirnya melakukan zina, sambil berjanji satu sama lain bakal berusaha ngubah pikiran orang tuanya. Tapi mereka nggak mau mundur, dan sekarang kayaknya kami harus mengakhiri hubungan ini. Aku penuh penyesalan, tapi aku merasa udah kebanyakan salah untuk bisa menikahi wanita Muslim dengan adil. Aku merasa jadi aib buat umat, kayak nggak ada tempat buatku. Secara teknis kami masih bersama, tapi lagi jeda. Aku takut buat lepas, tapi kami berdua pikir ini yang terbaik, walau sakit. Tolong, aku butuh nasihat. Bisakah Allah mengampuniku? Apakah masih ada orang lain di luar sana buatku setelah semua ini?

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Umat ini penuh dengan orang-orang yang nggak sempurna, kamu bukan aib. Taubat itu membersihkan semuanya. Jangan menyerah soal pernikahan.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar