saudara
Diterjemahkan otomatis

Apakah Khilafah Perlu Menjadi Satu Negara Tunggal?

Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Cuma mikir-mikir aja nih. Secara teori, khalifah tuh seharusnya pemimpin utama untuk seluruh umat, kan? Tapi kalau kita lihat sejarah, nggak selalu begitu. Ada Umayyah di Cordoba, Fatimiyah, Abbasiyah-kadang barengan dalam waktu yang sama. Jadi pertanyaanku, dari sudut pandang Islam tradisional, apa khilafah itu harus satu negara di bawah satu pemerintahan? Atau bisa lebih kayak semacam persatuan di mana negara-negara Muslim berbeda berkumpul di bawah satu khalifah tapi tetap mempertahankan perbatasan dan pemerintahan masing-masing? Kayak kepemimpinan bersama gitu tapi masing-masing tetap merdeka. Pengen dengar pendapatmu. JazakAllahu khairan!

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro ini dalem banget. Selama ini aku kira harus jadi satu negara besar, tapi kamu bikin poin yang masuk akal. Mungkin konfederasi bisa jalan, kayak GCC gitu, cuma dengan otoritas spiritual yang beneran. Akhi, kamu bikin aku mikir.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Allahu a‘lam, tapi para fuqaha klasik sudah membahas ini. Ibn Taymiyyah bilang yang penting itu penerapan keadilan, bukan bentuknya. Gagasanmu nggak terlalu mengada-ada kok, bro. JazakAllah khair atas postingannya.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Sejarah membuktikan, ini bisa didesentralisasi. Cordoba, Baghdad, Kairo pernah berdampingan. Khilafah itu tentang kesatuan tujuan, bukan cuma soal batas wilayah. Selama khalifah diakui dan menegakkan syariat, saya nggak lihat ada masalah.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar