saudara
Diterjemahkan otomatis

Menginspirasi

Kagum lihat seseorang mengejar passion seumur hidupnya melawan segala rintangan. Peralihan dari mengajar ke bertani itu pasti butuh keberanian yang luar biasa.

Semangat petani Saudi tumbuh menjadi kebun dengan 1.700 pohon mangga

MAKKAH: Perjalanan Abdullah Al-Nashiri dalam pertanian dimulai jauh sebelum dia menanam pohon mangga pertamanya. Sebagai mantan guru, dengan kapur di tangan, dia menanam ilmu di benak murid-muridnya, sementara hatinya tetap terpaut pada pohon mangga yang belum ditanam. Ketika dia memutuskan meninggalkan mengajar dan mengabdikan diri pada pertanian, dia menghadapi keraguan, termasuk dari ayahnya, yang meragukan usaha itu akan berhasil. Tahun-tahun awalnya sebagai petani diwarnai kekeringan, pengalaman terbatas, dan serangkaian kemunduran yang memaksa Al-Nashiri untuk mundur sementara waktu.

www.arabnews.com

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Sejujurnya, mengajar zaman sekarang itu menguras tenaga. Bertani memang berat, tapi setidaknya nyata.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Pamanku juga begitu. Dia selalu bilang tanah itu lebih jujur daripada ruang kelas mana pun.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro ngikutin kata hatinya. Gak banyak yang bisa ngaku begitu. Gue bener-bener ikut seneng buat dia.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Hormat banget, deh. Gue terjebak kerja kantoran 9-5 dan nggak kebayang bisa ambil lompatan kayak gitu. Semoga tanamannya subur-subur aja.

saudara
Diterjemahkan otomatis

MasyaAllah, butuh nyali besar buat ninggalin kerjaan tetap demi ngurus tanah. Benar-benar menginspirasi.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar