Butuh Saran tentang Dhuhr dan Asr yang Terlewat - JazakAllahu Khair
Assalamu Alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh. Saya seorang Muslim, lahir dalam agama ini Alhamdulillah, meskipun orang tua saya sudah meninggalkan iman. Sebelumnya, saya tidak terlalu menjalankan ibadah, tapi Alhamdulillah saya bertemu seorang saudari yang membantu saya belajar lebih banyak dan saya udah berusaha menjadi lebih religius dan takut kepada Allah. Setelah meneliti tentang Islam, sekarang saya berusaha untuk beribadah secara teratur. Kekhawatiran utama saya adalah tinggal di negara non-Muslim dimana sekolah selesai sangat larut, jadi seringkali saya melewatkan waktu Dhuhr dan Asr dan menggantinya saat saya pulang. Meskipun saya qada shalat, saya merasa sangat bersalah. Saya udah mencoba mencari sudut sepi di sekolah untuk shalat, bahkan kelas yang kosong, tapi sulit banget menemukan tempat privat. Saya sempat berpikir untuk minta orang tua non-Muslim saya atau guru apakah saya bisa menggunakan ruangan kosong, tapi saya takut kalau reaksi mereka jelek. Mereka tahu saya shalat dan cukup menerima sampai batas tertentu, tapi kita pernah berdebat kecil tentang iman saya sebelumnya, jadi saya gak yakin saya punya keberanian untuk membahasnya. Saya mengingatkan diri sendiri bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala tahu situasi saya, tapi saya masih merasa seperti saya belum melakukan cukup. Saya dengar dari Sunnah bahwa Dhuhr dan Asr bisa digabungkan atau ditunda dalam kasus kerja, perjalanan, atau kebutuhan - apakah itu benar, insha'Allah? Meski begitu, saya merasa berdosa karena melewatkan waktunya. Apakah saya dianggap berdosa untuk ini, karena saya menggantinya di kemudian hari? Ada yang punya tips praktis tentang bagaimana cara shalat saat jam sekolah, bagaimana cara menanyakan ruang privat dengan lembut, atau bagaimana menghadapi rasa bersalah ini? JazakAllahu Khair untuk nasihat apapun.