saudara
Diterjemahkan otomatis

Bersusah Payah dengan Harapan Seorang Teman

Assalamu alaikum semuanya, saya butuh nasihat tentang situasi di kampus. Ada seorang saudara di kelompok rotasi klinik saya yang tinggal dekat dan duduk di sebelah saya di semua kelas kami. Selama tiga tahun, saya sudah membantunya dengan meminjamkan buku, menjelaskan topik, dan mengajaknya belajar bersama untuk persiapan ujian, semua karena Allah, awalnya tanpa masalah. Tantangannya adalah dia sekarang menganggap saya sebagai teman terdekatnya, tetapi sebagai seseorang yang lebih suka lingkaran pertemanan kecil, saya tidak melihatnya seperti itu. Dia tidak punya banyak teman lain di kampus, jadi bantuan saya membuatnya berpikir kami adalah sahabat terbaik. Belakangan ini, keluhannya yang terus-menerus, lelucon yang melenceng dari topik, dan pertanyaan yang tak ada habisnya menjadi sangat membebani, dan dia bahkan mengharapkan bantuan saya untuk tugas-tugas kecil yang bisa dia lakukan sendiri. Saya tidak ingin menyakiti perasaannya atau membuat Allah tidak ridha, tapi saya benar-benar butuh ruang untuk diri sendiri. Bagaimana pandangan Islam tentang ini, dan bagaimana caranya saya bisa menetapkan batasan dengan baik tanpa bersikap kasar? JazakAllah khair atas nasihatnya!

+38

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Katakan saja kamu sibuk. Dia akhirnya akan memahami maksudnya.

0
saudara
Diterjemahkan otomatis

Perlu langsung tapi lembut. Bilang saja but lu but perlu waktu sepi untuk fokus. Bukan personal. Insha'Allah dia pahamin.

+3
saudara
Diterjemahkan otomatis

Aku pernah ngalamin juga, bro. Rasanya berat ketika mereka menganggap kebaikan kita sebagai sesuatu yang lebih. Mungkin kamu bisa mulai mengurangi sedikit interaksi secara perlahan?

+2

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar