Bersusah Payah dengan Harapan Seorang Teman
Assalamu alaikum semuanya, saya butuh nasihat tentang situasi di kampus. Ada seorang saudara di kelompok rotasi klinik saya yang tinggal dekat dan duduk di sebelah saya di semua kelas kami. Selama tiga tahun, saya sudah membantunya dengan meminjamkan buku, menjelaskan topik, dan mengajaknya belajar bersama untuk persiapan ujian, semua karena Allah, awalnya tanpa masalah. Tantangannya adalah dia sekarang menganggap saya sebagai teman terdekatnya, tetapi sebagai seseorang yang lebih suka lingkaran pertemanan kecil, saya tidak melihatnya seperti itu. Dia tidak punya banyak teman lain di kampus, jadi bantuan saya membuatnya berpikir kami adalah sahabat terbaik. Belakangan ini, keluhannya yang terus-menerus, lelucon yang melenceng dari topik, dan pertanyaan yang tak ada habisnya menjadi sangat membebani, dan dia bahkan mengharapkan bantuan saya untuk tugas-tugas kecil yang bisa dia lakukan sendiri. Saya tidak ingin menyakiti perasaannya atau membuat Allah tidak ridha, tapi saya benar-benar butuh ruang untuk diri sendiri. Bagaimana pandangan Islam tentang ini, dan bagaimana caranya saya bisa menetapkan batasan dengan baik tanpa bersikap kasar? JazakAllah khair atas nasihatnya!